Penulis:
Muh. Arkaan Zahir A.

Bone, Katasulsel.com β€” Bukan sekadar datang membawa program kerja, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) hadir dengan pendekatan berbasis data untuk membantu masyarakat Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.

Melalui Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Desa Mattampae, Senin (13/7/2026), mahasiswa KKN-PK Unhas memperkenalkan sejumlah program kesehatan yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembuatan Peta Persebaran Penyakit Hipertensi Desa Mattampae.

Program tersebut dirancang untuk memberikan gambaran spasial mengenai penyebaran kasus hipertensi di tingkat desa, sehingga pemerintah desa dan tenaga kesehatan dapat memiliki informasi yang lebih jelas dalam menentukan langkah pencegahan maupun penanganan.

Dari Data Menjadi Solusi Kesehatan Desa

Pembuatan peta persebaran penyakit ini menjadi salah satu inovasi yang dibawa mahasiswa KKN-PK Unhas.

Melalui pendekatan berbasis data, persoalan kesehatan tidak hanya dilihat dari jumlah kasus, tetapi juga bagaimana pola penyebarannya di wilayah masyarakat.

Dengan informasi tersebut, upaya edukasi kesehatan, pemeriksaan, hingga intervensi pencegahan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Perwakilan mahasiswa KKN-PK Unhas, Muh. Arkaan Zahir A., menjelaskan bahwa seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan data sekunder yang dikumpulkan selama tahap awal kegiatan.

β€œSeluruh program kerja yang kami rancang didasarkan pada hasil observasi lapangan dan data sekunder yang kami peroleh selama masa observasi. Dengan demikian, kami berharap setiap program yang dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Mattampae,” ujarnya.

Desa Mattampae Sambut Positif Program Mahasiswa

Seminar program kerja tersebut turut dihadiri Kepala Desa Mattampae, Sekretaris Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Selain memperkenalkan rencana kegiatan, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dan masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.

Kepala Desa Mattampae, Syamsul Bakhri, mengapresiasi program yang dirancang mahasiswa KKN-PK Unhas.

Menurutnya, program berbasis hasil observasi memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

β€œProgram kerja yang dipaparkan sangat baik karena disusun berdasarkan hasil observasi di lapangan. Kami berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN-PK dapat terus terjalin sehingga seluruh program dapat terlaksana dengan baik dan membawa dampak positif bagi Desa Mattampae,” ungkapnya.

KKN-PK Unhas Dorong Kesehatan Berkelanjutan di Bone

Selain pemetaan hipertensi, mahasiswa KKN-PK Unhas juga membawa sejumlah kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Melalui program tersebut, mahasiswa berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit serta meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Mattampae.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berhenti pada aktivitas seremonial, tetapi diarahkan untuk menghadirkan solusi yang dapat digunakan masyarakat.

Dari Desa Mattampae, mahasiswa KKN-PK Unhas mencoba membangun satu langkah penting:

ketika masalah kesehatan dipahami melalui data, maka solusi yang diberikan dapat menjadi lebih tepat sasaran. (*)