Artinya, secara statistik, Makassar tidak terlalu miskin tapi juga belum kaya raya. Grafik BPS tampak cantik, tapi realitas di lapangan kadang bicara lain: harga kebutuhan pokok stabil? Lapangan kerja cukup? Bantuan tepat sasaran? Semua masih jadi PR besar.

Di mata politik lokal, capaian ini jadi nilai tambah bagi Munafri Arifuddin. Tapi ingat, dalam dunia politik Sulsel: angka kecil tetap bisa jadi bom waktu, jika rival politik tahu cara memanfaatkan.

Tren turun tipis itu bagus untuk laporan, tapi untuk warga yang hidup dari hari ke hari, β€œtipis” itu tetap tipisβ€”tidak kenyang, tidak cukup, tapi bisa jadi bahan statistik yang manis.”

Makassar memang menanjak di angka statistik, tapi di balik layar, Munafri Arifuddin harus memastikan bahwa turun tipis bukan sekadar angka, tapi mulai terasa di kantong warga. Kalau tidak, satire ini bukan cuma untuk pembacaβ€”tapi untuk politik Makassar. (edybasri)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru