Muh. Arkaan Zahir A.
Bone, katasulsel.com β Tingginya kasus hipertensi di Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program edukasi kesehatan berbasis perubahan perilaku makan.
Program bertajuk “Makan dengan Sadar Menuju Hidup Sehat Secara Bertahap” digelar oleh mahasiswa KKN-PK Unhas, Muh. Arkaan Zahir A., pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Desa Mattampae, kader Posyandu, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti sesi edukasi hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat.
Menariknya, program tersebut lahir dari hasil observasi langsung di lapangan. Saat melakukan pelayanan kesehatan di Posyandu, mahasiswa menemukan fakta bahwa dari sepuluh warga dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, tujuh di antaranya memiliki tekanan darah di atas batas normal.
Temuan itu sejalan dengan data dari UPT Puskesmas Lonrong yang menunjukkan bahwa hipertensi menjadi salah satu kasus penyakit yang paling banyak ditemukan dalam enam bulan terakhir di wilayah tersebut.
Berangkat dari kondisi itu, mahasiswa KKN-PK Unhas memperkenalkan konsep mindful eating atau makan dengan sadar sebagai salah satu langkah preventif untuk membantu masyarakat mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup.
Dalam pemaparannya, Muh. Arkaan Zahir A. menjelaskan bahwa hipertensi tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan, tetapi juga sangat berkaitan dengan pola hidup, terutama pola makan sehari-hari.
“Hipertensi berkaitan erat dengan pola hidup penderitanya, terutama pola makan. Riset meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi satu porsi buah-buahan setiap harinya bisa menurunkan risiko hipertensi sebesar 1,9 persen,” jelasnya.
Melalui metode penyampaian yang interaktif, peserta diajak memahami pentingnya mengenali rasa lapar dan kenyang, mengurangi kebiasaan makan sambil melakukan aktivitas lain, serta memilih makanan yang lebih bergizi dan seimbang.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait pola makan yang selama ini mereka jalani. Pendekatan sederhana namun aplikatif membuat materi mudah dipahami oleh peserta dari berbagai kelompok usia.
Sekretaris Desa Mattampae, Muh. Rusli, S.Pd., memberikan apresiasi atas program yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
“Makan dengan Sadar Menuju Hidup Sehat Secara Bertahap saya kira ini sangat bagus karena menyasar masalah kesehatan. Karena bagaimanapun, kalau kesehatan kita kurang memadai maka kita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan makan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pola makan sehat, masyarakat diharapkan dapat melakukan perubahan perilaku secara bertahap guna mencegah dan mengendalikan hipertensi, sekaligus mewujudkan kehidupan yang lebih sehat dan produktif di masa depan. (*)
