Namun, berkat komitmen bersama, Untirta berhasil melakukan pembenahan besar-besaran lewat penyatuan situs web, pengelolaan DOI yang tertib, hingga penguatan akreditasi. Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan dengan melonjaknya jumlah jurnal terakreditasi di Untirta, dari yang semula hanya 33 jurnal pada tahun 2023 menjadi 59 jurnal pada tahun berikutnya.
Langkah akselerasi ini didukung penuh oleh Ketua LPPM Untirta, Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P. Ia menjelaskan bahwa lompatan performa jurnal Untirta sejak 2023 tidak hanya terlihat dari kenaikan peringkat Sinta, melainkan juga keberhasilan melahirkan dua jurnal internasional bereputasi. Untuk mempercepat internasionalisasi, Prof. Meutia mendorong pemanfaatan skema book chapter terindeks Scopus yang dinilai lebih adaptif untuk mengonversi karya ilmiah mahasiswa, seperti skripsi, tesis, dan disertasi di tingkat fakultas.
Dari sisi akuntabilitas tata kelola finansial, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, mengingatkan bahwa reputasi kampus sangat dipengaruhi oleh transparansi manajerialnya. Oleh karena itu, keuangan pengelolaan jurnal kini diwajibkan menggunakan sistem satu pintu melalui virtual account khusus. Mekanisme ini memastikan seluruh pendapatan jurnal tercatat rapi sebagai bagian dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) universitas. Prof. Asep juga mengingatkan agar sistem pengupahan pengelola disesuaikan dengan regulasi remunerasi yang berlaku demi tertib administrasi.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Menutup rangkaian arahan, Wakil Rektor Bidang Akademik Untirta, Dr. Rusmana, Ir., MP., menegaskan bahwa standardisasi adalah kunci utama dalam mengelola 77 jurnal yang ada di bawah naungan Untirta. Guna memastikan program ini berjalan berkelanjutan, pihak rektorat mendorong pembentukan pusat koordinasi jurnal yang komprehensif.
Pusat koordinasi tersebut nantinya akan bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelatihan berkala, monitoring, pendampingan akreditasi, serta menyediakan tim dukungan profesional yang terdiri atas managing editor, copy editor, proofreader, hingga IT support. Dr.
Rusmana meminta seluruh pengelola jurnal menyeragamkan platform operasional mereka, mulai dari penggunaan template artikel, kebijakan plagiarisme, hingga ketepatan jadwal terbit. Evaluasi berkala akan dipantau langsung melalui dashboard monitoring* guna memastikan seluruh jurnal Untirta sukses menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science (WoS).
