Sidrap, katasulsel.com –– Hari kedua Turnamen Sidrap Cup 2026, Jumat (5/6), langsung menyajikan pertarungan sengit antar penghuni Grup C. Empat tim turun memburu poin penuh demi menjaga asa melangkah ke fase berikutnya.

Laga pembuka mempertemukan Karuen Paggolo FC dengan Bugis FC. Sementara pada partai kedua, Tosagenae FC asal Wajo dijadwalkan menantang tim kuat dari Makassar, Mitra Gardan FC.

Namun, duel Karuen Paggolo FC kontra Bugis FC belum mampu menghadirkan tontonan yang benar-benar membuat penonton berdiri dari kursinya.

Alih-alih pesta peluang, pertandingan justru lebih banyak diwarnai permainan hati-hati dari kedua kubu. Bola lebih sering berputar di lini tengah ketimbang mengancam mulut gawang.

Bugis FC yang berada di bawah komando pelatih Fajrianto sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Sayangnya, upaya mereka kerap mentok saat memasuki area berbahaya.

Di sisi lain, Karuen Paggolo FC memilih bermain lebih sabar. Mereka tidak terburu-buru menyerang dan fokus membaca pola permainan lawan sebelum melancarkan serangan balik.

Strategi itu membuat pertandingan berjalan seperti laga catur. Kedua tim saling menunggu kesalahan, tetapi nyaris tidak ada yang berani mengambil risiko besar.

Memasuki menit ke-30, suasana pertandingan masih terasa datar. Belum ada peluang emas yang benar-benar memaksa penjaga gawang bekerja keras.

Sorak-sorai penonton yang semula riuh perlahan berubah menjadi suara harapan agar salah satu tim berani tampil lebih agresif. Namun hingga peluit turun minum dibunyikan wasit, kebuntuan belum juga pecah.

Karuen Paggolo FC dan Bugis FC akhirnya menutup babak pertama dengan skor kacamata 0-0.

Di dunia sepak bola, kadang ada laga yang penuh hujan gol. Ada juga pertandingan yang dipenuhi adu strategi dan kesabaran.

Babak pertama Karuen Paggolo FC versus Bugis FC tampaknya masuk kategori kedua.

Kini publik Sidrap Cup menanti, apakah kebuntuan itu akan pecah di babak kedua atau justru kedua tim kembali memilih bermain aman demi mengamankan satu poin. (*)