Bukan karena ukurannya besar, tapi karena konsepnya yang terpusat. Satu kawasan, banyak instansi. Semua layanan pemerintahan berada dalam satu lingkungan yang saling terhubung.
Di sinilah muncul istilah dari warga: “ini seperti mini IKN versi Sidrap.”
Bukan dalam arti skala, tentu saja. Tapi dalam konsep: pusat pemerintahan yang terkonsentrasi, tidak terpencar, dan mudah diakses.
Hingga hari ini, kompleks tersebut masih menjadi pusat aktivitas birokrasi Sidrap. Dari urusan administrasi hingga koordinasi lintas dinas, semuanya berputar di satu titik itu.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tiga Warisan, Satu Benang Merah
Jika ditarik garis sederhana, tiga warisan ini punya satu kesamaan: masih dipakai sampai sekarang.
Bukan sekadar berdiri sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap bekerja di masa kini.
Dan di situlah perdebatan kecil warga kadang muncul di warung kopi: soal siapa membangun apa, dan apa yang masih terasa manfaatnya.
Namun di luar itu semua, satu hal tidak berubah—nama RMS masih sering disebut ketika Sidrap bicara tentang infrastruktur yang bertahan melawan waktu. (*)
