Maros, Katasulsel.com — Di tengah proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG), pujian istimewa datang dari asesor internasional asal Korea Selatan, Soojae Lee. Ia menyebut kawasan Karst Maros-Pangkep bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan salah satu lanskap geologi paling istimewa yang pernah ia kunjungi.
Bahkan, Soojae secara terbuka mengatakan masyarakat Maros dan Pangkep hidup di salah satu tempat terbaik di dunia.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena diucapkan dalam agenda resmi revalidasi UNESCO, proses yang menentukan apakah Geopark Maros-Pangkep tetap mempertahankan status prestisiusnya sebagai bagian dari jaringan geopark dunia.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Kalian memiliki warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang sangat istimewa. Kalian hidup di salah satu tempat terbaik di dunia,” katanya.
Bukan Sekadar Karst, Tetapi “Museum Alam Raksasa”
Bagi banyak orang, Maros-Pangkep mungkin identik dengan tebing batu kapur dan wisata perahu di Rammang-Rammang. Namun di mata dunia, kawasan ini jauh lebih besar dari itu.
Geopark Maros-Pangkep merupakan bentang alam karst tropis (tropical karst landscape) yang menyimpan jejak evolusi bumi selama jutaan tahun. Kawasan ini memiliki gua purba, sungai bawah tanah, menara karst (tower karst), hingga situs lukisan prasejarah yang menjadi perhatian ilmuwan dunia.
Di kawasan Leang-Leang misalnya, ditemukan lukisan tangan manusia purba yang termasuk salah satu seni figuratif tertua di dunia.
Sementara di Rammang-Rammang, wisatawan dapat menyaksikan hamparan menara karst yang sering dijuluki sebagai “Stone Forest of Sulawesi” atau hutan batu Sulawesi.
Tak heran jika para ahli geologi menyebut Maros-Pangkep sebagai geoheritage atau warisan geologi yang memiliki nilai ilmiah, edukasi, dan konservasi tingkat global.
UNESCO Tak Hanya Menilai Batu dan Gua
Menariknya, dalam penilaian UNESCO, yang dinilai bukan hanya keindahan alam.
Konsep geopark dunia menekankan tiga pilar utama, yakni konservasi (conservation), edukasi (education), dan pemberdayaan masyarakat (community empowerment).
Di sinilah Maros-Pangkep dinilai unggul.
Menurut tim penilai, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku utama pelestarian kawasan. Mulai dari kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, pemandu wisata, hingga pemerintah daerah dinilai memiliki pemahaman kuat tentang pentingnya menjaga warisan alam tersebut.
Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia, Togu Santoso Pardede, mengatakan asesor UNESCO bahkan terkejut melihat tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep geopark.
“Asesor heran karena mulai dari tingkat pemerintah hingga masyarakat memahami konsep geopark dengan sangat baik. Itu menjadi kekuatan utama Maros-Pangkep,” ujarnya.
Green Card Jadi Target
Saat ini, Maros-Pangkep tengah menjalani proses revalidasi untuk mempertahankan Green Card UNESCO, yakni pengakuan bahwa pengelolaan geopark berjalan sesuai standar internasional.
Kepala Dinas Pariwisata Maros, Suwardi Sawedi, optimistis kawasan tersebut mampu mempertahankan statusnya.
Pasalnya, selain menjaga kelestarian lingkungan, pemerintah daerah juga terus mengembangkan konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak alam.
Kebanggaan Maros-Pangkep di Mata Dunia
Pujian dari asesor UNESCO menjadi pengingat bahwa kekayaan terbesar Maros-Pangkep bukan hanya pada tebing karst yang menjulang atau gua-gua purba yang mendunia.
Nilai sesungguhnya terletak pada kolaborasi masyarakat yang mampu menjaga warisan bumi tersebut tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Jika Green Card kembali dipertahankan, maka Maros-Pangkep bukan hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga semakin mengukuhkan diri sebagai global geopark, laboratorium alam terbuka, sekaligus destinasi geowisata kelas dunia yang diakui UNESCO.
Bagi dunia, Maros-Pangkep adalah kawasan geopark. Bagi masyarakat lokal, ia adalah rumah. Dan menurut UNESCO, rumah itu berada di salah satu tempat terbaik di planet ini.(*)
