Konsep creative financing yang menjadi dasar penilaian merupakan pendekatan pembangunan yang mengandalkan kolaborasi dengan sektor swasta, optimalisasi aset daerah, penguatan BUMD, serta inovasi dalam tata kelola keuangan.
Melalui pendekatan tersebut, pembangunan dapat dipercepat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada APBD atau bantuan pemerintah pusat.
Bupati Wajo Andi Rosman menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat.
Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan mempercepat pembangunan daerah.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Lebih jauh, penghargaan ini menunjukkan bahwa Wajo mulai dilihat sebagai daerah yang mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Saat banyak daerah masih berkutat pada persoalan pembiayaan pembangunan, Wajo justru berhasil menunjukkan bahwa kreativitas dalam mengelola sumber daya dapat menjadi modal penting untuk mempercepat kemajuan.
Penilaian dalam kategori Creative Financing sendiri tidak dilakukan secara sederhana.
Pemerintah daerah dinilai dari berbagai aspek, mulai dari kemampuan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi layanan pemerintahan, tata kelola keuangan, hingga konsistensi menjaga akuntabilitas dan transparansi.
Faktor-faktor itulah yang menjadi dasar penilaian hingga akhirnya menempatkan Wajo di posisi teratas tingkat kabupaten regional Sulawesi.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa arah pembangunan daerah kini tidak lagi semata-mata bergantung pada besarnya anggaran yang dimiliki.
Yang semakin menentukan adalah kemampuan pemerintah daerah membangun jejaring, menciptakan inovasi, dan membuka ruang kolaborasi demi mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Dan pada tahun 2026 ini, Wajo berhasil menunjukkan bahwa kreativitas dalam mencari solusi bisa menjadi kekuatan pembangunan yang tidak kalah penting dibanding besarnya dana yang tersedia. (*)
