Kendari, Katasulsel.com β€” Ballroom Hotel Claro Kendari dipenuhi wajah-wajah bahagia, pelukan haru, dan air mata syukur, Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 438 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menyandang gelar sarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026.

Namun wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik.

Di balik toga yang dikenakan para lulusan, terselip sebuah pesan yang lebih besar: lahirnya ratusan intelektual muda yang diharapkan menjadi motor perubahan bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Para sarjana yang diwisuda berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Kampus Yang Tumbuh Dari Daerah

Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan tinggi, nama IAI Rawa Aopa kini mulai diperhitungkan.

Hal itu tergambar dari pernyataan Ketua Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, Ph.D., yang secara khusus menyoroti perkembangan kampus tersebut.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamdan menyebut IAI Rawa Aopa sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang paling sehat di wilayah kerjanya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan.

Jumlah mahasiswa yang telah menembus angka dua ribuan serta tingginya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut menjadi indikator kuat bahwa IAI Rawa Aopa sedang berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.

“Mahasiswa yang mencapai lebih dari 2.000 orang dan jumlah lulusan yang terus bertambah menunjukkan bahwa IAI Rawa Aopa merupakan salah satu perguruan tinggi yang sehat dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Pujian itu menjadi catatan penting bagi sebuah perguruan tinggi yang tumbuh dari wilayah Konawe Selatan, jauh dari hiruk-pikuk kampus besar di kota-kota metropolitan.