Gelar Bukan Garis Akhir
Di hadapan ratusan wisudawan, Prof. Hamdan mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru dimulai setelah prosesi wisuda berakhir.
Menurutnya, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, dan globalisasi.
Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak boleh merasa selesai hanya karena telah memperoleh gelar akademik.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya belajar sepanjang hayat agar mampu bersaing dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.
“Jangan berhenti belajar setelah diwisuda. Dunia berubah sangat cepat. Jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Misi Pengabdian
Pendiri IAI Rawa Aopa sekaligus Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., memandang wisuda sebagai titik awal pengabdian.
Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata di tengah masyarakat.
Ia berharap para lulusan tidak hanya bangga dengan gelar yang disandang, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berintegritas, berakhlak, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Pesan serupa disampaikan Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A.
Ia mengingatkan bahwa setiap alumni membawa nama almamater ke mana pun mereka melangkah.
Karena itu, menjaga integritas dan reputasi kampus menjadi tanggung jawab bersama seluruh lulusan.
