Soppeng, katasulsel.com β€” Siapa bilang belajar soal kesehatan harus selalu serius dan membosankan? Di Dusun Tana Bellange, Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, sekelompok remaja putri justru terlihat antusias mengikuti permainan monopoli yang tidak biasa.

Namun monopoli ini bukan tentang membeli hotel atau mengumpulkan uang. Setiap petak permainan berisi tantangan seputar stunting, anemia, gizi seimbang, hingga pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Program unik tersebut diberi nama “Iron Heroes Adventure”, sebuah kegiatan edukasi yang digagas Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kegiatan ini sengaja menyasar remaja putri karena mereka dinilai memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting sejak usia remaja.

Banyak orang mengira stunting hanya berkaitan dengan balita. Padahal, pencegahan stunting sebenarnya dimulai jauh sebelum seorang perempuan menjadi ibu.

Melalui permainan edukatif yang dikemas menarik, peserta diajak memahami bahaya anemia, manfaat Tablet Tambah Darah, pentingnya asupan gizi, hingga dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak di masa depan.

Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah kehadiran tiga mahasiswa internasional dari Mahidol University yang ikut berpartisipasi bersama mahasiswa Unhas dalam pelaksanaan program.

Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Desa Lalabata Riaja. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan kesehatan, tetapi juga merasakan suasana belajar yang berbeda dari biasanya.

Selama permainan berlangsung, para remaja tampak aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan saling bertukar pengalaman mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah yang selama ini sering dianggap sepele.

Menariknya, sejumlah remaja setempat juga dilibatkan sebagai fasilitator. Mereka membantu mengarahkan permainan sekaligus menjadi penghubung dalam penyampaian pesan-pesan kesehatan kepada teman sebaya.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena informasi tidak hanya datang dari pemateri, tetapi juga dari sesama remaja yang memiliki pengalaman dan bahasa komunikasi yang lebih dekat.

Mahasiswa PBL III FKM Unhas berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran remaja putri di Desa Lalabata Riaja tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Sebab, menurut mereka, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi tersebut sering kali berawal dari masalah gizi yang dialami perempuan sejak usia remaja.

Melalui “Iron Heroes Adventure”, para peserta diajak memahami satu hal penting yang sering luput dari perhatian: mencegah stunting bukan dimulai saat hamil, melainkan sejak seorang remaja mulai menjaga kesehatan dan kebutuhan gizinya.

Dan di Desa Lalabata Riaja, pesan itu disampaikan bukan lewat ceramah panjang, melainkan melalui sebuah permainan monopoli yang membuat peserta belajar sambil tertawa. (*)

Penulis: Hadela Pratiwi. S / Soppeng

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Soppeng hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Soppeng terbaru di sini