Bukan orang luar.
Melainkan mantan Sekretaris DPW NasDem Sulsel yang memahami secara detail anatomi partai tersebut.
Syaharuddin tahu siapa kadernya.
Tahu wilayah basisnya.
Tahu kekuatan dan kelemahan organisasi.
Karena itu, terlalu dini jika ada yang menganggap dominasi NasDem akan berakhir begitu saja.
Dalam politik, mempertahankan kekuatan memang tidak mudah.
Tetapi NasDem masih memiliki modal yang cukup untuk tetap menjadi pemain utama pada 2029.
Jangan Remehkan PSI dan Faktor RMS
Di sinilah cerita menjadi menarik.
Sebab muncul satu variabel baru yang bisa mengubah seluruh kalkulasi politik.
Namanya PSI.
Banyak yang masih melihat PSI sebagai partai menengah.
Namun persepsi itu bisa menjadi jebakan.
Karena dalam politik, yang menentukan bukan hanya besar-kecilnya partai.
Melainkan siapa yang berada di dalamnya.
Dan PSI sekarang memiliki RMS.
Di tangan RMS, NasDem pernah menjelma menjadi kekuatan politik terbesar di Sulawesi Selatan.
Artinya, kemampuan membangun jaringan, membaca peta elektoral, menyusun strategi pemenangan, hingga mengelola mesin partai sudah teruji.
RMS bukan sekadar politisi.
Ia adalah operator politik.
Ia memahami cara kerja pemilu.
Ia memahami karakter pemilih Sulsel.
Ia memahami bagaimana membangun koalisi hingga tingkat desa.
Karena itu, jika ada yang menganggap PSI hanya sebagai pelengkap, mungkin mereka sedang melakukan kesalahan analisis.
Justru PSI berpotensi menjadi dark horse atau kuda hitam yang dapat mengejutkan banyak pihak menjelang 2029.
Belum tentu menang.
Tetapi sangat mungkin mengganggu keseimbangan kekuatan yang selama ini dianggap mapan.
Politik Sulsel Sedang Memasuki Fase Reposisi
Apa yang terjadi hari ini sejatinya adalah proses reposisi politik.
Setiap partai sedang mencari titik pijak terbaik.
Gerindra mengumpulkan kepala daerah.
NasDem mempertahankan basis yang sudah ada.
PSI membangun kekuatan baru dengan magnet RMS.
Situasi ini membuat Pilkada Sulsel 2029 berpotensi menjadi salah satu kontestasi paling menarik dalam sejarah politik daerah.
Karena tidak ada satu partai pun yang benar-benar dominan.
Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa merasa aman.
Semua masih mungkin berubah.
Koalisi bisa bergeser.
Poros baru bisa muncul.
Tokoh-tokoh baru bisa lahir.
Dan sejarah politik Sulawesi Selatan sudah berkali-kali membuktikan bahwa pemenang sering kali bukan yang paling kuat di awal, melainkan yang paling cermat membaca momentum.
Pertarungan Baru Telah Dimulai
Rakorda Gerindra pekan ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam.
Namun dampak politiknya bisa terasa hingga bertahun-tahun.
Sebab sesungguhnya politik bukan hanya tentang hari pencoblosan.
Politik adalah proses panjang membangun pengaruh, memperluas jaringan, dan mengumpulkan kekuatan.
Hari ini Gerindra sedang bergerak.
NasDem sedang bertahan.
PSI sedang menantang.
Dan Sulawesi Selatan sedang menyaksikan babak awal dari pertarungan besar menuju 2029.
Pilkada memang masih jauh.
Tetapi bagi para pemain politik, hitungan mundurnya sudah dimulai.
β Edy Basri β
Pimpinan Redaksi Katasulsel.com
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
