Kendari, katasulsel.com β€” Aksi pencurian kembali menyasar rumah ibadah di Kota Kendari. Sebuah kotak amal milik Masjid Alza Annur yang berada di Jalan Saano, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Abeli, raib digondol pencuri pada Sabtu petang (23/5/2026) saat kondisi masjid mulai sepi.

Peristiwa ini terjadi ketika seorang pria diduga masuk ke area masjid dengan berpura-pura sebagai jemaah. Ia sempat berada di dalam ruang utama masjid tanpa menimbulkan kecurigaan, sebelum akhirnya melancarkan aksinya dalam situasi yang mulai lengang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku duduk seperti jemaah pada umumnya. Namun tak lama kemudian, saat kondisi sekitar sepi, ia dengan cepat mengambil kotak amal dan meninggalkan lokasi. Aksi tersebut diduga hanya berlangsung dalam hitungan menit.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat kini tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar masjid untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan menelusuri arah pelariannya.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Pengurus Masjid Alza Annur menyebutkan bahwa kotak amal tersebut berisi sumbangan sukarela dari jemaah yang selama ini digunakan untuk operasional dan perawatan fasilitas masjid. Mereka mengaku kecewa dan prihatin atas kejadian tersebut.

β€œPelaku masuk seperti orang mau salat. Tidak ada yang curiga. Begitu situasi agak sepi, kotak amal langsung dibawa kabur,” ujar salah satu pengurus masjid.

Pihak pengurus juga mengimbau masyarakat serta pengelola rumah ibadah lainnya agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu-waktu ketika aktivitas mulai berkurang.

Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian kotak amal yang kembali marak terjadi di sejumlah daerah, dengan modus pelaku yang kian beragam, termasuk berpura-pura menjadi jemaah untuk mengelabui petugas atau pengurus masjid.

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian setempat. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita