Momen itu menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan di media sosial. Sebagian netizen menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk tanggung jawab keluarga, sementara yang lain menyoroti dampak sosial dan psikologis yang muncul akibat viralnya kasus tersebut.
Dalam keterangan resminya, Politeknik Negeri Jakarta membenarkan adanya insiden yang diduga melanggar tata tertib kampus dan melibatkan seorang mahasiswa aktif bersama seorang pihak eksternal.
Pihak kampus menjelaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan segera setelah insiden diketahui, dengan melibatkan petugas keamanan dan perwakilan mahasiswa guna menjaga ketertiban serta kondusivitas lingkungan pendidikan.
Setelah proses klarifikasi awal dilakukan, kampus juga berkomunikasi dengan keluarga mahasiswa yang bersangkutan sebagai bentuk pendampingan. Kedua individu kemudian didampingi petugas keamanan untuk meninggalkan area kampus.
PNJ menegaskan bahwa situasi kampus saat ini telah kembali aman, tertib, dan kondusif. Sementara itu, peristiwa tersebut masih menjadi bahan diskusi publik mengenai batas privasi, etika di lingkungan pendidikan, serta cara penanganan kasus yang viral di era media sosial. (*)
