Untuk mendukung pengawasan tersebut, Jembatan Musi V telah dilengkapi sistem sensor pemantauan struktur yang terintegrasi dalam dashboard monitoring. Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan dengan dukungan command center terpusat sehingga kondisi jembatan dapat dipantau secara real time.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari Hutama Karya dan seluruh pihak terkait sehingga Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V dapat diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Armen.
Jembatan Kunci Penghubung Palembang–Betung
Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, KKJTJ, serta Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus atas dukungan dan pendampingan selama proses pembangunan hingga penerbitan sertifikat.
Menurut Iwan, sejak proyek Jalan Tol Palembang–Betung dilanjutkan oleh Hutama Karya pada 2024, pihaknya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan konstruksi.
“Sejak proyek ini dilanjutkan oleh Hutama Karya pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikannya sesuai target. Alhamdulillah, struktur jembatan berhasil diselesaikan pada akhir tahun lalu dan telah difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas,” kata Iwan.
Ia menambahkan, Jalan Tol Palembang–Betung merupakan salah satu proyek yang sangat dinantikan masyarakat Sumatra Selatan karena akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, terdapat dua pekerjaan yang menjadi tantangan utama dalam pembangunan ruas tol tersebut, yakni Jembatan Musi V dan pekerjaan vacuum consolidation.
“Kedua pekerjaan tersebut merupakan bagian paling krusial. Berkat kolaborasi seluruh pihak, tantangan tersebut berhasil kami selesaikan dengan baik. Kami optimistis Jalan Tol Palembang–Betung dapat dioperasikan sesuai target pada akhir tahun ini,” ujarnya.
