Penulis
Rifqa Annisa Yusnita

MAROS β€” Komitmen menjaga lingkungan dan menghadapi ancaman perubahan iklim ditunjukkan Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin melalui program pembagian dan penanaman bibit pohon produktif di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Program yang digelar pada 20 Juli 2026 itu menjadi salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN dalam mendukung upaya penghijauan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebanyak 116 bibit pohon produktif dibagikan kepada warga. Bibit tersebut terdiri dari tanaman daun salam, sirsak, dan jeruk nipis yang memiliki manfaat ganda, tidak hanya membantu menyerap emisi karbon dan menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa depan.

Kegiatan ini dipelopori dan dikoordinasikan oleh Christian Regil selaku penanggung jawab program. Ia menjelaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

Program tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II, yang mendukung kegiatan melalui penyediaan bibit tanaman.

Christian Regil menyampaikan apresiasi atas dukungan BPTH Wilayah II yang dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program penghijauan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPTH Wilayah II atas kolaborasi dan dukungan yang telah diberikan. Bantuan bibit ini menjadi bagian penting dalam keberhasilan program kami. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Bibit-bibit tersebut didistribusikan secara merata kepada masyarakat di empat dusun, yakni Dusun Balocci, Dusun Harapan, Dusun Sakeang, dan Dusun Polewali. Selain dibagikan kepada warga, sebagian bibit juga ditanam di kawasan Wisata Bulu Saukang, salah satu destinasi wisata unggulan Desa Benteng Gajah.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas kawasan hijau desa sekaligus memperkuat fungsi lingkungan sebagai penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, yang secara simbolis menyerahkan bibit kepada warga penerima.

Ansar mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program dengan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, pohon produktif bukan hanya berfungsi menjaga keseimbangan alam, tetapi juga dapat menjadi aset ekonomi yang memberikan hasil bagi masyarakat pada masa mendatang.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat merawat bibit yang telah diterima agar tumbuh optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Penanaman pohon dinilai menjadi salah satu solusi nyata dalam meningkatkan tutupan vegetasi, menyerap karbon, menjaga kualitas udara, sekaligus memperkuat ketahanan desa menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin terasa.

Program pembagian dan penanaman 116 bibit pohon produktif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu melahirkan langkah konkret menuju pembangunan desa yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Topik: Maros