Makassar, Katasulsel.com β€” Rakorda Partai Gerindra Sulawesi Selatan yang digelar di Hyper Hills, Makassar, Selasa (4/8/2026), bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi.

Di forum itu, Gerindra menunjukkan sesuatu yang lebih besar: kemampuan menarik kepala daerah yang sedang berkuasa.

Di hadapan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Prof. Sufmi Dasco Ahmad, lima bupati resmi menerima Surat Keputusan (SK) DPP sekaligus dikukuhkan sebagai kader Partai Gerindra.

Mereka adalah Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali, Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, dan Bupati Wajo Andi Rosman.

Pengukuhan lima kepala daerah itu sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan politisi Sulawesi Selatan.

Bukan tanpa alasan.

Jarang terjadi dalam satu momentum politik, sebuah partai mengumumkan bergabungnya lima kepala daerah aktif sekaligus.

Karena itu, banyak yang membaca peristiwa tersebut bukan hanya sebagai penambahan kader baru, melainkan bagian dari konsolidasi kekuatan politik Gerindra di Sulsel.

Dari lima nama yang dikukuhkan, sosok Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga atau Aji Ucu menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.

Selama ini, Aji Ucu dikenal dekat dengan NasDem. Ia bahkan menapaki jalur menuju kursi Bupati Enrekang melalui dukungan partai tersebut.

Karena itu, keputusannya bergabung dengan Gerindra memunculkan banyak tafsir politik.

Seorang sumber internal Gerindra yang hadir dalam kegiatan itu memastikan pengukuhan tersebut berlangsung di hadapan jajaran pengurus partai.

“Benar. Saya saksinya,” ujar sumber itu kepada Katasulsel.com, Selasa (4/8/2026).

Menurut sumber tersebut, selain dikukuhkan sebagai kader Gerindra, Yusuf Ritangnga juga dipercaya memimpin DPC Gerindra Kabupaten Enrekang.

Kabar bergabungnya Aji Ucu sebenarnya bukan isu baru di kalangan elite politik Sulsel.

Muhammad Irwan, salah satu koleganya di NasDem, mengaku telah lama mendengar informasi tersebut.

“Iya dia masuk Gerindra, dan itu sudah lama kami dengar,” katanya.

Masuknya lima bupati ke Gerindra sekaligus memperlihatkan perubahan pola politik yang mulai terlihat pasca-Pilpres dan Pilkada.

Jika sebelumnya partai berlomba mencari figur untuk diusung, kini justru banyak figur pemenang pemilu daerah yang memilih mendekat ke partai yang memiliki akses kuat di tingkat nasional.

Dalam konteks Sulawesi Selatan, langkah Gerindra ini dapat dibaca sebagai upaya memperkuat basis pengaruh hingga ke tingkat kabupaten.

Lima daerah yang kini dipimpin kader baru Gerindra memiliki karakter politik yang berbeda-beda, mulai dari kawasan pegunungan Enrekang, wilayah agraris Wajo, pesisir Sinjai, Luwu Utara hingga Kepulauan Selayar.

Artinya, Gerindra tidak hanya menambah jumlah kader.

Mereka sedang memperluas jangkauan politik.

Rakorda yang semula diperkirakan hanya menjadi agenda internal partai, akhirnya berubah menjadi panggung yang mengirim pesan kuat kepada lawan maupun kawan politik.

Pesannya sederhana.

Gerindra Sulawesi Selatan tidak sedang menunggu momentum politik berikutnya.

Mereka sedang menyiapkannya. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Wajo terbaru di sini