Jessica Avril Dannisa
jessica.dannisa@gmail.com

SIDRAP, KATASULSEL.COM — Upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus digencarkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin di Kabupaten Sidrap.

Melalui program bertajuk CEMARA (Cegah Masalah Diare dengan Langkah Enam WHO Secara Merata), mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Hasanuddin, Jessica Avril Dannisa, menggelar edukasi kesehatan di SDN 02 Allakuang, Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (25/7/2026).

Program tersebut menyasar siswa kelas VI sekolah dasar sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko penyakit diare melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering menyerang anak-anak usia sekolah. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, hingga setelah beraktivitas di luar ruangan.

Karena itu, edukasi kesehatan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat terbawa hingga dewasa.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengertian diare, penyebab dan dampaknya terhadap kesehatan, pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, hingga waktu-waktu penting yang mengharuskan seseorang mencuci tangan.

Tak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung enam langkah cuci tangan sesuai standar World Health Organization (WHO).

Suasana belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Materi disampaikan melalui presentasi, video edukatif, poster kesehatan, hingga demonstrasi langsung yang melibatkan seluruh peserta.

Sebelum kegiatan dimulai, para siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka mengenai diare dan tata cara mencuci tangan yang benar.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi edukasi yang menjelaskan bahwa diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja cair atau encer. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memicu diare, seperti makanan yang tidak higienis, tangan yang kotor, serta penggunaan air yang tercemar.

Sebagai bentuk pencegahan, siswa diajarkan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 40 hingga 60 detik, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain, dan setelah menyentuh hewan.

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN turut memutar video animasi edukatif dan melakukan demonstrasi enam langkah cuci tangan WHO yang kemudian dipraktikkan langsung oleh para siswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak siswa aktif menjawab pertanyaan, berani tampil di depan kelas untuk memperagakan gerakan cuci tangan, serta mampu mengingat urutan enam langkah dengan baik.

Sebagai pengingat jangka panjang, poster edukasi bertema “Cuci Tangan 6 Langkah WHO” juga dipasang di ruang kelas agar siswa dapat terus melihat dan menerapkan kebiasaan tersebut setiap hari.

Hasil evaluasi menunjukkan program ini memberikan dampak positif yang signifikan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhadap 17 peserta, rata-rata tingkat pengetahuan siswa meningkat dari 73,95 persen sebelum edukasi menjadi 88,24 persen setelah kegiatan berlangsung.

Artinya, terjadi peningkatan sebesar 14,29 poin persentase atau sekitar 19,3 persen dibandingkan kondisi awal.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang menggabungkan materi interaktif, video pembelajaran, demonstrasi, dan praktik langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan diare dan pentingnya mencuci tangan dengan benar.

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif mengikuti seluruh rangkaian program dan mampu memperagakan enam langkah cuci tangan WHO dengan baik.

Penanggung jawab kegiatan, Jessica Avril Dannisa, berharap program CEMARA dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kesadaran kesehatan anak-anak di Desa Tanete sekaligus mendukung upaya pencegahan penyakit diare di Kabupaten Sidrap.

“Melalui program CEMARA, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui enam langkah cuci tangan WHO, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari sehingga dapat terhindar dari penyakit diare dan tumbuh menjadi generasi yang sehat,” ujarnya.

Melalui program sederhana namun berdampak besar ini, mahasiswa KKN Unhas membuktikan bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dapat menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi Sidrap yang lebih sehat, lebih peduli terhadap kebersihan, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan. (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini