Pinrang, Katasulsel.com — Dunia kerja hari ini tidak lagi cukup hanya dengan ijazah. Kemampuan berpikir kreatif, menulis, dan menguasai media digital sudah menjadi kebutuhan utama. Semangat inilah yang dibawa Kerukunan Mahasiswa Pinrang Universitas Hasanuddin (KMP-Unhas) lewat kegiatan Mindcraft Workshop, Sabtu (6/6), di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar baru bagi mahasiswa asal Pinrang untuk mengenal lebih dekat dunia kreativitas digital yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia, Riyan Bin Ajang, menyebut Mindcraft bukan sekadar nama kegiatan, tetapi cara berpikir yang ingin dibangun di kalangan mahasiswa.
“Mindcraft ini kami maksudkan sebagai proses mengolah pikiran menjadi karya. Jadi bukan hanya berpikir, tapi juga menghasilkan sesuatu,” ujarnya.
Tiga Bekal Dasar untuk Anak Muda Pinrang
Workshop ini menghadirkan tiga materi utama yang dekat dengan kebutuhan anak muda masa kini, yakni desain grafis, copywriting, dan social media branding.
Ketiganya dirancang sebagai bekal dasar agar peserta tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menciptakan konten yang bernilai dan memiliki pesan.
Materi desain grafis membuka pemahaman tentang bagaimana ide sederhana bisa diubah menjadi visual yang menarik. Sementara copywriting melatih cara menyusun kalimat yang singkat, kuat, dan mudah dipahami.
Adapun social media branding mengajarkan bagaimana membangun citra diri maupun organisasi di ruang digital yang semakin kompetitif.
“Materi ini kami harapkan bisa jadi dasar. Minimal peserta sudah tahu cara membuat desain dan menulis narasi yang baik,” kata Riyan.
Dari Belajar ke Karya
Lebih dari sekadar teori, Mindcraft Workshop diarahkan agar peserta menghasilkan karya nyata. Mahasiswa didorong untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat selama kegiatan berlangsung.
Menurut panitia, hasil karya tersebut menjadi ukuran sejauh mana peserta memahami materi yang diberikan.
“Yang kami harapkan bukan hanya paham, tapi bisa menghasilkan karya yang bisa dilihat dan dinilai,” ujarnya.
Harapan untuk Mahasiswa Pinrang
Bagi KMP-Unhas, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di satu angkatan saja. Mereka ingin Mindcraft menjadi ruang belajar berkelanjutan bagi mahasiswa asal Pinrang, meski pelaksanaannya nanti bergantung pada kepengurusan berikutnya.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, mahasiswa Pinrang diharapkan tidak tertinggal. Justru dari daerah, lahir anak-anak muda yang mampu bersaing di dunia digital, baik sebagai kreator, desainer, maupun penggerak media sosial yang produktif.
Mindcraft Workshop menjadi salah satu langkah kecil, tetapi penting, untuk membuka jalan itu.(*)
