Sidrap, Katasulsel.com – Ancaman El Nino yang mulai dirasakan di berbagai daerah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara dikhawatirkan dapat memengaruhi produktivitas pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengajak petani tetap tenang. Ia menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan tiga langkah utama untuk mengantisipasi dampak musim kemarau agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan produksi pangan tetap terjaga.
Langkah pertama adalah memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan maksimal. Pemerintah daerah terus memantau kondisi jaringan irigasi, bendungan, embung, dan berbagai sumber air yang menjadi penopang kebutuhan sawah di Sidrap. Pengaturan distribusi air juga dilakukan agar pasokan tetap menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.
Selain ketersediaan air, perhatian juga diberikan pada kebutuhan bahan bakar bagi petani. Syaharuddin menegaskan penyaluran solar bersubsidi harus tepat sasaran dan berpihak kepada sektor pertanian. Solar menjadi kebutuhan penting, terutama bagi petani yang menggunakan mesin pompa untuk mengairi sawah ketika debit air menurun.
Menurutnya, jangan sampai petani mengalami kesulitan mendapatkan solar di tengah kebutuhan pengairan yang meningkat akibat musim kemarau. Karena itu, pengawasan terhadap distribusi bahan bakar akan terus diperkuat bersama pihak terkait agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.
Di tengah berbagai upaya teknis yang dilakukan pemerintah, Syaharuddin juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual. Ia mengimbau warga, tokoh agama, dan pengurus rumah ibadah untuk bersama-sama memanjatkan doa meminta hujan agar musim kemarau tidak berlangsung berkepanjangan.
Bagi Syaharuddin, menghadapi El Nino tidak cukup hanya dengan kerja-kerja teknis. Usaha dan doa harus berjalan beriringan agar masyarakat tetap memiliki optimisme dalam menghadapi tantangan yang ada.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah ancaman cuaca ekstrem. Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Sidrap memiliki peran penting dalam menjaga produksi beras dan ketahanan pangan daerah.
Dengan memastikan pasokan air tetap tersedia, kebutuhan solar petani terpenuhi, serta memperkuat semangat kebersamaan melalui doa dan ikhtiar, pemerintah berharap dampak El Nino dapat diminimalkan sehingga petani tetap dapat berproduksi secara optimal.
Pesan Bupati Sidrap kepada petani pun sederhana. Jangan panik menghadapi musim kemarau. Pemerintah sedang bekerja, petani tetap berusaha, dan seluruh masyarakat diajak bersama-sama menjaga harapan agar musim tanam dan produksi pangan tetap berjalan dengan baik di tengah tantangan El Nino.
(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
