Pembangunan Pinrang juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah melaporkan pembangunan unit PAUD, ruang kelas baru, perpustakaan, serta rehabilitasi dan penyediaan fasilitas penunjang sekolah.

Di bidang kesehatan, pembangunan puskesmas, puskesmas pembantu, pos kesehatan desa, dan rehabilitasi fasilitas kesehatan diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, pembangunan rumah layak huni menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada sektor sosial dan keagamaan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan keuangan bagi masjid, musala, dan lembaga keagamaan. Dukungan juga diberikan melalui peningkatan insentif pegawai syara serta jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pegawai syara.

Pemerintah turut menjalankan program nasional, termasuk dukungan terhadap Makanan Bergizi Gratis melalui 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah beroperasi, pembentukan Koperasi Merah Putih, serta rintisan Sekolah Rakyat di Kecamatan Patampanua.

Program-program tersebut menyentuh kebutuhan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang saling berkaitan: memperluas akses pelayanan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Setahun kepemimpinan Irwan Hamid dan Sudirman Bungi memperlihatkan beragam agenda pembangunan di Pinrang. Infrastruktur jalan, dukungan pertanian, penerimaan daerah, fasilitasi UMKM, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi bagian dari capaian yang dilaporkan pemerintah.

Namun, daftar program dan penghargaan bukanlah akhir dari evaluasi.

Jalan yang dibangun perlu memberi akses yang lebih baik. Infrastruktur pertanian harus membantu petani. Legalitas usaha perlu membuka kesempatan ekonomi. Fasilitas pendidikan dan kesehatan harus meningkatkan kualitas pelayanan.

Di situlah pembangunan memperoleh makna yang sesungguhnya.

Bagi Pinrang, pekerjaan berikutnya bukan hanya menjaga agar program terus berjalan, tetapi juga memastikan hasilnya terukur, menjangkau masyarakat secara merata, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dihitung dari panjang jalan, jumlah penghargaan, atau besarnya penerimaan daerah. Ukuran terpentingnya adalah perubahan nyata yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.(*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru