Pinrang, Katasulsel.com – Kabupaten Pinrang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan Sulawesi Selatan. Sawah membentang luas, hasil pertanian menjadi andalan, dan aktivitas ekonomi terus bergerak.

Namun, ada fakta lain yang ikut muncul di balik wajah agraris Bumi Lasinrang. Puluhan ribu warga Pinrang ternyata masih berjuang keluar dari jerat kemiskinan.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 32,52 ribu penduduk Kabupaten Pinrang masuk kategori miskin pada tahun 2025.

Angka tersebut setara dengan 8,38 persen jumlah penduduk Pinrang berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Data ini menjadi perhatian karena Pinrang selama ini dikenal memiliki potensi ekonomi besar, terutama dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perdagangan.

BPS mencatat, garis kemiskinan Pinrang pada Maret 2025 berada di angka Rp426.624 per kapita per bulan. Artinya, masyarakat dengan rata-rata pengeluaran di bawah angka tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Jika dibandingkan dengan rata-rata Sulawesi Selatan yang berada pada angka 7,60 persen, tingkat kemiskinan Pinrang masih berada di atas rata-rata provinsi.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tingginya potensi produksi pertanian belum otomatis membuat seluruh masyarakat merasakan peningkatan kesejahteraan.

Banyak warga Pinrang masih bergantung pada sektor pertanian yang sangat dipengaruhi musim, harga komoditas, biaya produksi, hingga akses pasar.

Padahal, Pinrang memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama di Sulawesi Selatan. Produksi padi, perkebunan, hingga sektor kelautan menjadi kekuatan ekonomi yang selama ini menopang kehidupan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan sejumlah daerah sekitar, angka kemiskinan Pinrang masih lebih tinggi dibanding Kabupaten Sidenreng Rappang yang tercatat 4,91 persen dan Wajo 5,86 persen.

Namun Pinrang masih lebih rendah dibanding beberapa daerah seperti Jeneponto 11,42 persen, Pangkep 11,60 persen, dan Enrekang 10,73 persen.

Angka kemiskinan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal meningkatnya produksi, tetapi juga bagaimana hasil ekonomi mampu dirasakan sampai ke tingkat rumah tangga.

Penguatan ekonomi petani, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, pengembangan UMKM, serta pembukaan lapangan kerja baru menjadi pekerjaan besar agar semakin banyak warga Pinrang mampu naik kelas.

Sebab, di balik angka 32.520 warga miskin Pinrang, ada ribuan keluarga yang menunggu peluang baru agar bisa keluar dari tekanan ekonomi dan menikmati kemajuan daerahnya.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Wajo terbaru di sini

Topik: pinrang