Oleh: Dinda Fatimah Zahra
Katanya, coba keramas dulu. Barangkali beban-beban menempel di rambut, seperti minyak yang mengendap setelah seharian kepala menanggung panas.
Basahi kepala. Tuangkan sampo secukupnya. Gosok perlahan sampai berbusa. Pijat kulit kepala pelan-pelan, seolah beban dapat luruh bersama busa dan mengalir ke lubang pembuangan. Bilas sampai air yang jatuh kembali jernih.
Jika kepala masih berat, coba sisir rambutmu. Mulailah dari ujung. Jangan terburu-buru. Rambut yang terlalu lama kusut akan melawan. Tarik perlahan, lepaskan helai demi helai. Jika ada yang putus di sela gigi sisir, biarkan.
Barangkali ada yang memang harus tinggal di lantai agar kepala sedikit lebih ringan.
Jika masih berat, cabut rambut-rambut yang keriting dan tebal. Satu per satu. Yang tumbuh melawan arah. Yang saling melilit. Yang membuat kepala terasa semakin penuh. Tarik sampai ke pangkal, meski kulit kepala sesekali terasa ngilu.
Jika belum juga ringan, ambil gunting.
Potong rambutmu. Pendekkan sedikit demi sedikit. Biarkan gunting bekerja dari ujung ke ujung. Rambut jatuh berkelompok di lantai. Potong lagi bagian yang masih tersisa. Jangan berhenti sebelum tak ada yang bisa disederhanakan.
Jika setelah dipotong kepala masih menyimpan beratnya, botakkan.
Habiskan semuanya. Sisakan kulit kepala yang telanjang.
Aku berdiri di depan cermin.
Tak ada lagi rambut di kepalaku. Tak ada yang perlu dicuci. Yang perlu disisir. Dan yang perlu dipotong.
Aku mengusap kepalaku sekali lagi.
Tetap berat.
Jika masih terasa berat, penggal saja kepalamu.
Barangkali beban itu memang bersembunyi di sana.
Tanjung Priok, 9 September 2026
