Dairi, Katasulsel.com – Kanker masih menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti masyarakat. Banyak kasus baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang pengobatan menjadi semakin sulit.

Karena itu, sebuah kegiatan yang menghadirkan tenaga kesehatan dan mitra internasional di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menarik perhatian masyarakat.

Bertempat di Balai Budaya Sidikalang, Jumat (31/7/2026), Pemerintah Kabupaten Dairi bersama Prodi D-III Keperawatan Dairi Poltekkes Kemenkes Medan dan Sunway IPOH Hospital Penang, Malaysia, menggelar penyuluhan serta konsultasi kesehatan dengan fokus pada edukasi deteksi dini kanker pada ibu dan anak.

Mengusung tema “Care Beyond Borders”, kegiatan tersebut menjadi kolaborasi lintas negara yang mempertemukan tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta masyarakat umum dalam satu misi yang sama: meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker sejak dini.

Bagi masyarakat Dairi, kehadiran rumah sakit dari Penang, Malaysia, menjadi sesuatu yang istimewa. Selama ini Penang dikenal sebagai salah satu destinasi kesehatan yang banyak dikunjungi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan medis.

Kini, sebagian pengalaman dan edukasi kesehatan dari institusi medis internasional itu justru dibawa langsung ke Sidikalang.

Mewakili Bupati Dairi, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, dr. Ruspal Simarmata, menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat.

“Kegiatan ini sangat baik karena membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, khususnya kanker,” ujarnya.

Ia menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika penyakit sudah berkembang menjadi lebih serius.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Medan yang diwakili Wakil Direktur I, Desy Ari Apsari, SKM, MPH, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan rumah sakit internasional menjadi langkah strategis untuk menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Dairi dan Sunway IPOH Hospital Penang yang telah menjadi mitra dalam kegiatan ini dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat,” katanya.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya menyasar tenaga kesehatan atau kalangan akademisi, tetapi juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Pendekatan tersebut dipilih karena mereka dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat secara lebih efektif.

Di Kabupaten Dairi sendiri, kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala masih terus didorong. Banyak penyakit kronis, termasuk kanker, sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga deteksi dini menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pengobatan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya ketika sakit, tetapi harus dimulai dari pencegahan, pemeriksaan rutin, dan penerapan pola hidup sehat.

Kehadiran mitra internasional dari Malaysia juga menjadi bukti bahwa isu kesehatan kini membutuhkan kolaborasi yang melampaui batas wilayah dan negara.

Bagi Dairi, kegiatan tersebut bukan sekadar seminar kesehatan biasa. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kanker bukanlah penyakit yang harus ditakuti, melainkan penyakit yang harus dikenali dan dideteksi sedini mungkin. (*)