Meski demikian, pemerintah belum memberikan kesimpulan hukum terkait berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan penyelewengan anggaran yang sempat mencuat di ruang publik. Namun secara administratif dan evaluatif, temuan-temuan tersebut cukup menjadi dasar untuk melakukan perubahan di level kepemimpinan.

Sebagai pengganti, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Nanik sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN dan kini dipercaya memimpin langsung lembaga tersebut dalam fase pembenahan.

Dengan susunan baru, BGN kini dipimpin oleh Nanik S. Deyang sebagai Kepala, didampingi Agustina Arum Sari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala. Komposisi ini mencerminkan penguatan struktur dengan kombinasi unsur sipil dan militer untuk memperketat pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Pergantian ini sekaligus menandai arah baru pemerintah dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis. Fokus tidak lagi hanya pada perluasan cakupan, tetapi pada perbaikan sistem kerja, ketertiban SOP, dan peningkatan kualitas layanan yang benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat.

Di titik ini, langkah pencopotan dan penunjukan pimpinan baru BGN menjadi sinyal bahwa program besar tidak lagi ditoleransi untuk berjalan dengan celah teknis. Pemerintah kini tampak bergerak pada fase koreksi, bukan sekadar eksekusi. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita