“Setelah pemasangan, teknisi wajib melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh komponen berfungsi normal serta tidak mengganggu pergerakan maupun kinerja baling-baling dan sistem pesawat secara keseluruhan,” katanya.

Pihak maskapai juga menepis anggapan bahwa penggunaan kabel ties merupakan tindakan darurat atau improvisasi yang membahayakan penerbangan.

Menurutnya, meski alat tersebut dikenal luas sebagai perlengkapan sehari-hari, dalam dunia aviasi penggunaannya dapat dibenarkan selama tercantum dalam prosedur teknis yang ditetapkan pabrikan pesawat.

“Penggunaan pengikat pada komponen tertentu dapat menjadi bagian dari prosedur perawatan yang telah ditetapkan pabrikan, dilakukan secara terukur, serta melalui proses pemeriksaan dan verifikasi yang ketat,” jelasnya.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di tengah sorotan publik yang berkembang, Wings Air memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama melalui program perawatan rutin maupun inspeksi tambahan sebelum pesawat dioperasikan.

Sebagai langkah kehati-hatian, armada ATR 72-600 yang muncul dalam video viral tersebut saat ini dikandangkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan verifikasi teknis secara menyeluruh.

“Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelayakan udara. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Danang.

Viralnya video ini kembali menyoroti pentingnya transparansi industri penerbangan dalam menjelaskan prosedur teknis kepada publik. Di era media sosial, sebuah rekaman berdurasi singkat dapat memicu kekhawatiran luas, meski belum tentu mencerminkan kondisi teknis yang sebenarnya. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita