SIDRAP – Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus sering kali datang tanpa gejala. Tak sedikit warga yang baru menyadari kondisi kesehatannya setelah mengalami keluhan serius.
Untuk mencegah hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin menggelar program SEHATI (Sehat Tanpa Hipertensi) di Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan pada umumnya, program ini dilakukan secara door to door atau dari rumah ke rumah. Metode tersebut dipilih agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses menuju fasilitas kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga lingkar perut.
Pemeriksaan tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital, sementara kadar gula darah diperiksa menggunakan alat glucometer. Selain itu, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut dilakukan untuk membantu mengidentifikasi faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas yang berkaitan erat dengan hipertensi dan diabetes.
Seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Tak hanya memeriksa kesehatan warga, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit.
Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi warga yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kondisi di luar batas normal, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai hasil yang diperoleh serta menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Program SEHATI mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Ciro-Ciroe. Warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya.
Pendekatan door to door dinilai efektif karena memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih personal dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular semakin meningkat.
Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat sehingga risiko komplikasi akibat hipertensi maupun diabetes dapat ditekan.
Program SEHATI menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya warga Desa Ciro-Ciroe yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

