Jakarta, katasulsel.com — Saat Presiden Prabowo Subianto menunjuk Prof. Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, perhatian publik bukan hanya tertuju pada jabatan barunya.
Angka lain ikut menjadi sorotan.
Bukan angka APBN.
Melainkan harta kekayaannya yang mencapai Rp138,17 miliar.
Jumlah itu tercatat dalam laporan kekayaan yang disampaikan Suahasil sebelum dilantik menjadi orang nomor satu di Kementerian Keuangan.
Menariknya, sebagian besar kekayaan tersebut bukan berasal dari deretan mobil mewah atau koleksi properti fantastis.
Porsi terbesar justru tersimpan dalam bentuk surat berharga, instrumen investasi yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Jejak kekayaan itu seolah menggambarkan sosok Suahasil sendiri: ekonom, akademisi, dan teknokrat yang selama ini lebih dikenal dengan angka-angka dibanding panggung politik.
Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil menempuh pendidikan ekonomi hingga tingkat doktor di Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi magister di Cornell University dan doktor ekonomi di University of Illinois Urbana-Champaign.
Kariernya dimulai dari ruang kuliah.
Ia menjadi dosen, peneliti, hingga akhirnya menyandang gelar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Namun perjalanan hidupnya tidak berhenti di kampus.
Nama Suahasil kemudian masuk ke lingkaran perumus kebijakan negara. Ia pernah terlibat dalam berbagai program ekonomi nasional, memimpin Badan Kebijakan Fiskal, lalu dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019.
Selama hampir tujuh tahun, ia menjadi salah satu “otak fiskal” di balik berbagai keputusan penting pemerintah.
Kini, pria yang selama ini berada di belakang layar resmi naik ke panggung utama.
Ia bukan hanya mengelola kekayaan pribadinya yang mencapai Rp138 miliar.
Sebagai Menteri Keuangan, Suahasil kini memegang tanggung jawab yang jauh lebih besar: mengawal APBN bernilai ribuan triliun rupiah yang menjadi urat nadi perekonomian Indonesia.
Perjalanan Suahasil juga terbilang unik.
Dari ruang kelas kampus, meja riset ekonomi, hingga ruang rapat fiskal negara, langkahnya berujung di kursi yang selama ini menjadi salah satu posisi paling strategis di pemerintahan.
Dan ketika banyak pejabat dikenal karena manuver politiknya, Suahasil justru datang dengan identitas yang berbeda.
Seorang profesor ekonomi.
Seorang teknokrat.
Dan kini, bendahara negara dengan kekayaan Rp138,17 miliar di tangannya. (*)
