SIDRAP – Peran kader Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Namun, masih ditemukan berbagai kendala dalam pelaksanaan administrasi kesehatan, mulai dari pencatatan data hingga pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Leppangeng menghadirkan program kerja bertajuk MAJETTA (Penguatan Kapasitas Kader dalam Tata Kelola Pelayanan dan Administrasi Kesehatan) di Poskesdes Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (20/7/2026).
Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader kesehatan agar lebih memahami prosedur pelayanan Posyandu serta mampu melakukan pencatatan administrasi kesehatan secara tepat dan sistematis.
Kegiatan MAJETTA digagas oleh delapan mahasiswa lintas disiplin ilmu kesehatan Universitas Hasanuddin, yakni Nurmala Dewi A (Kesehatan Masyarakat), A. M. Ihsanul Mubin (Pendidikan Dokter Umum), Glory Meicy Tandungan (Psikologi), Afigah Nur Aila (Kesehatan Masyarakat), Nurzahra Sahid (Farmasi), Ika Meisyifa Sahira (Kedokteran Gigi), Andi Nabilah Azzahrah Gunawan (Kedokteran Hewan), dan Nur Rahma Syazulqahad (Keperawatan).
Sebanyak 15 kader Posyandu bersama Bidan Desa Leppangeng mengikuti pelatihan yang memadukan edukasi dan simulasi praktik secara langsung.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pencatatan kesehatan yang belum lengkap dan konsisten dapat berdampak pada kualitas data kesehatan desa. Padahal, data tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan program dan pengambilan keputusan oleh tenaga kesehatan.
Karena itu, peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga praktik langsung mengenai tata kelola pelayanan Posyandu dan pengisian Buku KIA, termasuk cara membaca serta mengisi grafik pertumbuhan anak dengan benar.
Salah satu peserta, Asmiranda dari Posyandu Seruni 3, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Pelatihan ini menambah pengetahuan kami tentang tugas kader dan administrasi kesehatan. Saya jadi lebih memahami cara mengisi grafik pertumbuhan pada Buku KIA untuk memantau tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Program MAJETTA juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kader kesehatan di Desa Leppangeng semakin terampil dalam menjalankan pelayanan Posyandu, mampu melakukan pencatatan kesehatan secara akurat, serta menghasilkan data yang berkualitas untuk mendukung perencanaan dan evaluasi program kesehatan di tingkat desa.
Dengan kader yang semakin kompeten, pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Leppangeng diharapkan menjadi lebih efektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan warga secara berkelanjutan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

