Muhammad Dzaky Rifqi Aries
Barru, katasulsel.com — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kesehatan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas). Melalui program edukasi bertajuk “Edukasi Menyikat Gigi yang Benar sebagai Preventif Awal dari Gigi Berlubang”, mahasiswa menyasar warga lintas usia di Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, pada 17, 20, dan 21 Juli 2026.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Muhammad Dzaky Rifqi Aries, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Unhas. Program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus gangguan kesehatan gigi di wilayah tersebut. Berdasarkan data Puskesmas Madello, abses gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan di tengah masyarakat.
Menurut Dzaky, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut masih perlu ditingkatkan. Padahal, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah berbagai penyakit gigi dan mulut.
“Kami berharap melalui edukasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Menyikat gigi dengan benar merupakan tindakan preventif yang sangat mendasar untuk mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penyuluhan mengenai pentingnya perawatan gigi sejak usia dini, fungsi gigi dan mulut dalam proses pencernaan, serta dampak konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan terhadap kesehatan gigi. Peserta juga dikenalkan pada tanda-tanda awal karies, seperti munculnya bercak putih maupun cokelat pada permukaan gigi.
Materi utama yang menjadi fokus kegiatan adalah praktik menyikat gigi yang baik dan benar. Edukasi ini diberikan secara interaktif agar peserta lebih mudah memahami langkah-langkah menjaga kebersihan gigi sehari-hari.
Dzaky menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama tingginya angka karies adalah faktor perilaku. Banyak anak yang belum terbiasa merawat gigi secara rutin karena kurangnya pengetahuan dan pendampingan dari lingkungan sekitar. Jika tidak ditangani sejak dini, karies dapat berkembang menjadi infeksi serius hingga menyebabkan abses yang menimbulkan nyeri dan pembengkakan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Binuang, Puskesmas Madello, dan tokoh masyarakat, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat. Kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini diyakini menjadi kunci dalam menekan angka karies dan abses gigi serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Binuang secara berkelanjutan. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
👉 Lihat semua berita Barru terbaru di sini
Berita Barru Terbaru
- Hidup Bersama Dua Anak di Rumah Tak Layak Huni, Janda di Siawung Disurvei untuk Program Bedah Rumah BAZNAS–Kejari Barru
- Polda Sulsel Kocok Ulang Pejabat Polres Barru, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti
- Universitas Muhammadiyah Barru Tegaskan Komitmen Jaga Mutu Pendidikan dan Layanan Akademik
- Unmuh Barru Perkuat Jejaring Global, Teken MoU Internasional Bersama PTMA se-Sulsel di Unismuh Makassar
- Ke Mana Uang Zakat Warga Barru Mengalir? BAZNAS Buka Semua Dokumen, Auditor Independen Turun Tangan
- Barru Dapat “Kado” 1.000 Bedah Rumah, Teguh Iswara Ungkap Alasan Mallusetasi Jadi Prioritas Pembangunan
Topik: Informasi Kabupaten Barru
