Palopo, Katasulsel.com — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil tangki milik PT Katana, yang disebut sedang mengangkut solar menuju Morowali, menimbulkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dan membuat para korban mempertanyakan pertanggungjawaban perusahaan.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 3 September sekitar pukul 20.00 WITA. Mobil tangki yang diduga terlibat kecelakaan kemudian diamankan ke Satlantas Polres Palopo, Jalan Kelapa. Berdasarkan penelusuran wartawan KataSulsel.com di lokasi, sejumlah pihak yang berkaitan dengan peristiwa itu telah dimintai keterangan.

Menurut keterangan sopir berinisial MR (26), warga Pammanu, Kabupaten Luwu, yang bersangkutan mengaku mobil tangki tersebut dikejar sejumlah pengendara sepeda motor di wilayah Rampoang, Kota Palopo. Dalam situasi tersebut, mobil tangki disebut beberapa kali menabrak kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah satu korban, Jaya, warga Sampoddo, Palopo, mengatakan mobil miliknya mengalami kerusakan signifikan pada bagian bodi setelah ditabrak mobil tangki tersebut.

Jaya juga mengaku mengalami trauma akibat peristiwa itu. Saat kejadian, ia bersama istrinya berada di dalam mobil ketika situasi kejar-kejaran berlangsung dan sejumlah pengendara motor berupaya menghentikan laju mobil tangki.

“Kerusakan mobil cukup signifikan. Kami juga mengalami trauma karena saat kejadian saya bersama istri berada di dalam mobil,” demikian keterangan Jaya sebagaimana disampaikan kepada wartawan.

Sopir dan Kendaraan Diamankan

Peristiwa tersebut kemudian berakhir di wilayah hukum Polres Luwu, Kota Belopa. Sopir beserta kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan selanjutnya diamankan dan dibawa dari Polres Luwu ke Satlantas Polres Palopo untuk penanganan lebih lanjut.

Bripda Anto, petugas Satlantas Polres Palopo, membenarkan bahwa anggota telah mengamankan sopir dan kendaraan tersebut dari Polres Luwu ke Satlantas Polres Palopo.

Hingga berita ini diterbitkan, penanganan perkara masih menjadi kewenangan pihak kepolisian. Penyebab pasti kecelakaan, rangkaian kejadian, serta tanggung jawab masing-masing pihak masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan proses penyelidikan.

Korban Menunggu Kejelasan

Di tengah proses penanganan tersebut, para korban berharap adanya pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka alami.

Menurut keterangan sopir, pihak perusahaan disebut akan datang bersama korban pada siang hari. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Katana belum terlihat bertemu dengan para korban dan belum ada kabar mengenai pertemuan tersebut.

Para korban berharap pihak perusahaan tidak mengabaikan dampak kecelakaan yang terjadi, terutama kerusakan kendaraan dan trauma yang dialami. Mereka juga meminta agar penyelesaian dilakukan secara jelas, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Para korban berharap ada pertanggungjawaban atas konsekuensi kecelakaan ini agar kejadian serupa tidak terulang dan para korban mendapatkan keadilan,” demikian harapan yang disampaikan para korban.

KataSulsel.com masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak PT Katana mengenai kronologi kejadian, langkah penanganan terhadap korban, serta bentuk pertanggungjawaban yang akan dilakukan. (*)