Sensus Ekonomi 2026 sendiri bukan sekadar agenda rutin pengumpulan data. Ia menjadi salah satu fondasi penting dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah. Dari data inilah pemerintah membaca struktur ekonomi, memetakan usaha, hingga merancang strategi ke depan.

Namun sebelum sampai ke angka-angka tersebut, semuanya selalu dimulai dari hal yang sangat sederhana: cara petugas mengetuk pintu.

Pelatihan ini diikuti puluhan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan ratusan Petugas Pencacah Lapangan (PPL). Sebelum turun ke lapangan, para peserta telah melalui pembelajaran mandiri melalui platform digital GOJAGS Classroom, lalu dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka di Makassar.

Di tahap ini, mereka tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga cara membaca situasi sosial di masyarakat.

Karena dalam praktiknya, sensus bukan hanya soal angka yang dikumpulkan, tetapi juga soal bagaimana membangun kepercayaan agar data benar-benar bisa diperoleh dengan baik.

Di titik inilah sensus berubah dari sekadar pekerjaan administratif menjadi proses sosial yang sangat manusiawi.

Dan pada akhirnya, kualitas data sering kali ditentukan bukan oleh seberapa canggih alat yang digunakan, tetapi oleh cara seseorang memperlakukan orang lain di awal pertemuan.

Sensus, seperti diingatkan dalam pelatihan ini, selalu dimulai dari sebuah senyum di depan pintu rumah warga. (*)