Penulis
Suci Indah Sari

SIDRAP – Hipertensi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di tengah masyarakat. Penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer ini sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin, Suci Indah Sari dan rekan, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Deteksi Dini Hipertensi melalui Pemeriksaan Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan” di Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus memperluas cakupan deteksi dini hipertensi di wilayah tersebut.

Data Monitoring dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Hipertensi Puskesmas Baranti Tahun 2026 menunjukkan bahwa Desa Passeno memiliki sasaran pelayanan hipertensi sebanyak 474 orang. Namun hingga Juni 2026, pelayanan baru menjangkau 108 orang atau sekitar 22,8 persen.

Artinya, masih terdapat 366 warga atau 77,2 persen yang belum mendapatkan pelayanan sesuai target.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sekaligus alasan utama dilaksanakannya program skrining kesehatan yang menyasar masyarakat secara langsung.

Berlokasi di Pasar Baranti, kegiatan ini menargetkan 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Melalui pendekatan yang mudah diakses, warga dapat memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), serta lingkar perut sebagai bagian dari identifikasi faktor risiko hipertensi.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai hipertensi, mulai dari pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan apabila penyakit tersebut tidak dikendalikan.

Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Bagi peserta yang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi, tim pelaksana memberikan konseling kesehatan serta menganjurkan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat.

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya dalam upaya menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan deteksi dini.

Melalui skrining dan edukasi yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat, warga diharapkan dapat mengenali kondisi kesehatannya lebih awal serta mengambil langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Program yang diinisiasi oleh Suci Indah Sari ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Passeno sekaligus mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini