SIDRAP β Upaya pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus (DM) terus digencarkan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin melalui program skrining faktor risiko diabetes dan edukasi gaya hidup sehat yang menyasar masyarakat Desa Passeno, Kecamatan Baranti.
Program yang diinisiasi oleh Patricia Elga Jane tersebut dilaksanakan pada 16 Juli 2026 sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya deteksi dini Diabetes Melitus sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular.
Diabetes Melitus menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus mengalami peningkatan, baik di tingkat global maupun nasional. Penyakit ini dikenal sebagai “silent killer” karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, namun dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan akibat retinopati diabetik, kerusakan saraf, hingga amputasi.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024, Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes mencapai sekitar 20,4 juta jiwa pada kelompok usia 20 hingga 79 tahun. Kondisi tersebut menjadikan diabetes sebagai salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Diabetes Melitus Tipe 2 tercatat sebagai penyakit terbanyak kedua setelah hipertensi esensial. Situasi ini menunjukkan pentingnya langkah promotif, preventif, dan deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Data Monitoring dan Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Puskesmas Baranti Tahun 2026 juga menunjukkan tingginya kebutuhan pelayanan diabetes di Desa Passeno. Cakupan pelayanan penderita Diabetes Melitus bahkan mencapai 123,1 persen atau 48 orang dari target 39 orang.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin menghadirkan layanan skrining kesehatan yang dipusatkan di Pasar Baranti agar mudah dijangkau masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari cek gula darah sewaktu, pengukuran tinggi dan berat badan, penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran lingkar perut, hingga identifikasi faktor risiko Diabetes Melitus.
Selain pemeriksaan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik secara rutin, serta langkah-langkah pencegahan diabetes yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi peserta yang ditemukan memiliki hasil pemeriksaan di luar batas normal, tim pelaksana memberikan konseling kesehatan serta rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Program ini menargetkan 100 peserta dari masyarakat Desa Passeno dan dilaksanakan melalui sistem pos pelayanan kesehatan yang terintegrasi sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih efektif dan terorganisir.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan, deteksi dini, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Melalui skrining dan edukasi yang diberikan, masyarakat diharapkan semakin memahami faktor risiko Diabetes Melitus serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kesadaran tersebut menjadi langkah awal untuk mencegah munculnya komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya di wilayah Kecamatan Baranti. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .

