Maros, Katasulsel.com β€” Duka mendalam menyelimuti keluarga Valenth Alexie Tamboto, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah mes perusahaan di Kota Yerevan, Armenia.

Di tengah kesedihan yang masih menyelimuti keluarga, fakta-fakta awal terkait penemuan jasad korban mulai terungkap. Sang adik, Arnold Laurence Tamboto, menceritakan bahwa kakaknya ditemukan dalam kondisi yang memunculkan banyak pertanyaan.

Menurut Arnold, rekan-rekan kerja korban mulai merasa ada yang tidak biasa ketika Valenth tidak merespons pesan WhatsApp maupun Telegram pada hari liburnya. Padahal, korban dikenal aktif berkomunikasi dan biasanya keluar kamar untuk makan atau berkumpul di kantin perusahaan.

“Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa jawaban, rekan kerja akhirnya membuka kamar menggunakan kunci cadangan. Saat itulah kakak saya ditemukan sudah meninggal dunia di atas tempat tidur dalam kondisi tubuh kaku,” ujar Arnold, Selasa (21/7/2026).

Informasi yang diterima keluarga dari rekan kerja korban menyebutkan adanya kondisi mencurigakan saat jasad ditemukan. Tangan dan kaki korban diduga terikat lakban, sementara bagian mulut dan leher juga disebut tertutup lakban.

Meski demikian, hingga kini informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang di Armenia.

Arnold mengaku komunikasi terakhir dengan sang kakak terjadi pada dini hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan korban sedang menghadapi masalah serius.

Selama bekerja di Armenia sekitar tiga bulan terakhir, Valenth disebut tidak pernah mengeluhkan kondisi pekerjaan maupun lingkungan tempat tinggalnya. Namun, ia sempat mengutarakan keinginan untuk segera kembali ke Indonesia.

“Dia pernah bilang ingin pulang. Tapi tidak pernah cerita ada masalah besar di tempat kerja,” kata Arnold.

Di tengah proses penyelidikan, keluarga juga menerima informasi tidak resmi yang menyebut korban diduga pernah menolak ajakan sejumlah pihak untuk terlibat dalam dugaan penggelapan dana perusahaan. Namun informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan masih menunggu konfirmasi dari otoritas setempat.

Hingga saat ini keluarga belum dapat melihat langsung kondisi jenazah Valenth. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) masih berupaya mendapatkan akses dari pihak berwenang di Armenia untuk memastikan proses identifikasi dan pemulangan jenazah.

Bagi keluarga, fokus utama saat ini adalah membawa Valenth kembali ke tanah air agar dapat dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Maros.

Selain itu, keluarga berharap pemerintah Indonesia terus mengawal proses hukum yang sedang berlangsung agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus kematian Valenth Alexie Tamboto kini menjadi perhatian keluarga dan masyarakat Sulawesi Selatan, yang menantikan kejelasan atas peristiwa tragis yang menimpa pekerja migran Indonesia tersebut di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya. (*)

Topik: Maros