Enrekang, Katasulsel.com – Dunia pendidikan tidak dibangun dalam satu hari.
Ia tumbuh dari estafet panjang pengabdian.
Dari guru ke guru.
Dari generasi ke generasi.
Dari satu kepemimpinan menuju kepemimpinan berikutnya.
Kamis (6/8/2026), estafet itu kembali berpindah tangan.
Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kabupaten Enrekang resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula SMP Negeri 1 Enrekang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI Kabupaten Enrekang Erik, S.IP., M.M., jajaran pengurus PGRI, kepala sekolah, guru, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan.
Suasana aula terasa berbeda.
Bukan karena kemeriahan.
Tetapi karena hari itu menjadi penanda dimulainya babak baru bagi lembaga yang selama ini menjadi salah satu penopang pendidikan di bawah naungan PGRI.
Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI.
Setelah itu dibacakan Surat Keputusan pengangkatan pengurus YPLP PGRI Kabupaten Enrekang Periode 2025–2030.
Momen paling sakral terjadi saat Ketua YPLP PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Juhrah, S.Sos., M.AP., memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Satu per satu pengurus berdiri.
Mengucapkan janji.
Dan menerima amanah yang akan mereka jalankan selama lima tahun ke depan.
Dalam pelantikan tersebut, Dr. Dadang Sumarna, M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Ketua YPLP PGRI Kabupaten Enrekang.
Ia akan didampingi Hamka, S.Pd., M.Pd., yang dipercaya menjabat sebagai sekretaris.
Bagi kalangan pendidikan di Enrekang, pelantikan ini bukan sekadar pergantian struktur organisasi.
Lebih dari itu, ini adalah harapan baru terhadap penguatan tata kelola lembaga pendidikan yang berada di bawah pembinaan YPLP PGRI.
Ketua YPLP PGRI Sulawesi Selatan, Hj. Juhrah, dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas dan inovasi dalam mengelola lembaga pendidikan.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu.
Karena itu, pengurus baru dituntut mampu membangun kolaborasi yang kuat, bekerja secara profesional, dan menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“YPLP harus menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan. Dibutuhkan sinergi, komitmen, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan agar lembaga pendidikan tetap berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua YPLP PGRI Kabupaten Enrekang yang baru, Dr. Dadang Sumarna, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk membawa YPLP PGRI Enrekang menjadi organisasi yang semakin maju, transparan, dan mampu menjawab tantangan pendidikan modern.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak bisa dicapai oleh satu orang.
Dibutuhkan kerja sama seluruh pengurus, sekolah binaan, serta dukungan PGRI Kabupaten Enrekang.
“Kami ingin menghadirkan tata kelola yang lebih baik, memperkuat program-program pendidikan, dan membangun kolaborasi yang produktif demi kemajuan lembaga pendidikan PGRI di Enrekang,” katanya.
Bagi banyak guru yang hadir, pelantikan tersebut membawa harapan baru.
Sebab kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas dan kurikulum.
Tetapi juga oleh organisasi yang mampu menjaga arah dan visi pendidikan itu sendiri.
Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik serta sesi foto bersama.
Namun bagi YPLP PGRI Kabupaten Enrekang, foto itu bukan garis akhir.
Melainkan garis start.
Karena setelah pelantikan selesai, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.
Lima tahun ke depan akan menjadi ujian apakah amanah yang diucapkan di atas podium benar-benar bisa diterjemahkan menjadi program nyata yang membawa manfaat bagi dunia pendidikan Enrekang. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
