Makassar, katasulsel.com – Ada daerah yang menunggu investasi datang.
Ada daerah yang mengejar investor ke mana-mana.
Dan ada Sidrap.
Daerah ini memilih cara yang lebih sederhana: membuat orang datang.
Sebanyak mungkin.
Awal Juli nanti, sekitar 65 ribu orang diperkirakan memadati Kabupaten Sidenreng Rappang dalam gelaran Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) tingkat provinsi.
Angka itu bukan sekadar jumlah peserta dan pendamping.
Ia adalah ledakan manusia.
Bayangkan.
Jumlah itu setara penduduk sebuah kecamatan yang berpindah tempat secara bersamaan lalu berkumpul di satu daerah.
Mereka akan makan.
Mereka akan minum.
Mereka akan tidur.
Mereka akan membeli sesuatu.
Dan semua aktivitas sederhana itu memiliki satu efek yang sama: uang bergerak.
Cepat.
Sangat cepat.
Tidak perlu menjadi ekonom untuk memahami apa yang akan terjadi.
Warung kopi akan lebih ramai.
Rumah makan akan menambah stok beras.
Pengusaha penginapan akan tersenyum lebih lebar.
Pedagang kaki lima akan pulang lebih malam.
Bahkan tukang parkir bisa jadi lebih sibuk dibanding biasanya.
Inilah ekonomi yang tidak lahir dari pidato.
Bukan dari seminar.
Bukan pula dari lembar presentasi berisi grafik warna-warni.
Ekonomi itu lahir dari keramaian.
Dari orang-orang yang datang dan membelanjakan uangnya.
Karena itu, keberhasilan Sidrap menjadi tuan rumah event berskala nasional ini dinilai bukan sekadar capaian seremonial.
Ada pesan yang lebih besar di baliknya.
Ekonom Sulawesi Selatan, Prof. Mursalim Nohong, melihat keberhasilan tersebut sebagai bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap daerah yang dipimpin Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
