Jika suatu daerah memiliki tambang, hasil perkebunan, atau destinasi wisata, masyarakat dapat melihat dan menghitung nilainya.

Namun udara bersih berbeda.

Ia tidak terlihat, tidak bisa disentuh, dan sering kali dianggap biasa.

Padahal setiap hari masyarakat menikmatinya secara gratis.

Saat warga Soppeng beraktivitas di pagi hari, berjalan ke pasar, bekerja di sawah, atau sekadar duduk di teras rumah, ada satu hal yang diam-diam ikut menjaga kesehatan mereka: kualitas udara yang masih cukup terjaga.

Hari ini angkanya 58.

Besok bisa lebih baik.

Namun bisa juga memburuk jika lingkungan tidak dijaga.

Karena itu, angka 58 bukan sekadar data lingkungan.

Ia adalah pengingat bahwa salah satu aset terbesar Soppeng bukan hanya alamnya yang hijau, tetapi udara yang masih cukup nyaman untuk dihirup.

Dan tidak semua daerah memiliki keberuntungan yang sama.(*)