Makassar, katasulsel.com — Tidak semua pertemuan besar dimulai dari meja rapat yang kaku. Kadang, ia justru lahir dari suasana santai, secangkir kopi, dan obrolan yang mengalir pelan di Hotel Claro Makassar, Senin (8/6/2026).
Di tempat itu, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, bertemu dengan jajaran PT HES dalam suasana yang jauh dari formalitas berlebihan. Tidak ada ketegangan presentasi, tidak ada suasana kaku. Yang ada justru diskusi terbuka tentang satu hal yang sama-sama mereka pedulikan: pertanian Sidrap.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Resky Djabir (RDJ), yang menjadi penghubung awal komunikasi antara kedua pihak.
Dari PT HES hadir Country Head Indonesia Manoj Pandev, Regional Sales Manager Risal Hedar, serta Agronomis BN Jamal. Obrolan berlangsung cair, sesekali diselingi tawa kecil, namun tetap mengarah pada hal yang serius: masa depan sektor pertanian.
Manoj Pandev mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ia menyebut komunikasi yang terbangun terasa terbuka dan hangat, sesuatu yang menurutnya penting dalam membangun kerja sama jangka panjang.
Dalam perbincangan itu, PT HES memperkenalkan lini bisnis mereka yang bergerak di sektor pertanian modern, mulai dari herbisida, insektisida, fungisida, moluskisida hingga bio stimulant. Namun yang lebih ditekankan bukan sekadar produk, melainkan bagaimana teknologi bisa membantu petani di lapangan.
Sidrap sendiri bukan nama asing dalam peta pertanian Sulawesi Selatan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan basis pertanian yang kuat dan konsisten. Dalam banyak percakapan, Sidrap bahkan sering disebut sebagai “ruang penting” dalam ketahanan pangan daerah.
Itulah yang membuat pertemuan ini terasa lebih dari sekadar silaturahmi bisnis. Ada potensi arah baru yang mulai dibicarakan, meski dengan cara yang sederhana dan tidak tergesa-gesa.
Bupati Syaharuddin Alrif dalam suasana santai itu membuka ruang diskusi tanpa sekat. Ia merespons gagasan yang datang dengan pendekatan terbuka, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan efisiensi sektor pertanian.
Bagi pemerintah daerah, pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal bagaimana petani bisa mendapatkan akses teknologi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Di sisi lain, PT HES melihat Sidrap sebagai daerah yang memiliki karakter kuat di sektor pertanian, sehingga layak menjadi salah satu mitra penting dalam pengembangan agribisnis.
Pertemuan santai di Claro Makassar itu mungkin tidak menghasilkan keputusan besar yang langsung terlihat hari ini. Namun dari percakapan ringan itulah biasanya arah kerja sama jangka panjang mulai terbentuk.
Dan di tengah suasana yang cair itu, satu hal menjadi benang merah: Sidrap tetap berada di jalur yang sama—sebagai salah satu daerah pertanian paling diperhitungkan di Sulawesi Selatan, yang kini mulai bersentuhan lebih dekat dengan teknologi pertanian modern.(*)
