Luwu Utara, Katasulsel.com β Di antara lima kepala daerah yang dikukuhkan Partai Gerindra di Makassar, Selasa (4/8/2026), nama Andi Abdullah Rahim mungkin menjadi yang paling minim kejutan.
Bukan karena peristiwanya tidak penting.
Justru sebaliknya.
Karena publik Luwu Utara sudah lebih dulu membaca arah angin politik itu.
Bupati Luwu Utara tersebut resmi menerima mandat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara dalam Rakorda Gerindra Sulawesi Selatan yang dipimpin Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Sufmi Dasco Ahmad. Pengukuhan itu sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu kepala daerah yang kini berada dalam barisan partai Presiden Prabowo Subianto.
Jika bagi sebagian daerah pengukuhan ini dianggap perpindahan politik, maka di Luwu Utara ceritanya sedikit berbeda.
Sebab Andi Abdullah Rahim sebenarnya sudah lebih dulu menyatakan bergabung dengan Gerindra. Bahkan awal tahun ini ia mengungkapkan dirinya bersama Wakil Bupati Jumail Mappaile telah menjadi kader Gerindra sejak Pilkada 2024.
Karena itu, pengukuhan hari ini lebih tepat dibaca sebagai penguatan posisi politik.
Bukan lagi sekadar kader.
Tetapi pemegang kemudi partai.
Seorang sumber yang mengikuti jalannya Rakorda memastikan nama Andi Abdullah Rahim masuk dalam daftar kepala daerah yang menerima mandat memimpin DPC Gerindra di daerah masing-masing.
“Benar. Saya saksinya,” ujar sumber internal Gerindra kepada Katasulsel.com, Selasa (4/8/2026).
Bagi masyarakat Luwu Utara, perkembangan ini menarik dicermati.
Sebab untuk pertama kalinya sejak menjabat Bupati, Andi Abdullah Rahim kini memegang dua peran sekaligus.
Ia adalah kepala pemerintahan daerah.
Dan pada saat yang sama menjadi pemimpin partai politik yang memiliki akses kuat ke pusat kekuasaan nasional.
Dalam politik modern, kombinasi seperti ini bukan perkara kecil.
Ketika seorang bupati memimpin pemerintahan sekaligus mengendalikan mesin partai besar di daerahnya, pengaruh politiknya biasanya menjadi jauh lebih luas.
Ia tidak hanya berbicara atas nama pemerintah daerah.
Tetapi juga memiliki ruang komunikasi yang lebih kuat dengan struktur partai hingga tingkat nasional.
Fakta itu pula yang membuat banyak kalangan di Luwu Utara mulai menghubungkan pengukuhan ini dengan agenda pembangunan daerah.
Sebelumnya, Andi Abdullah Rahim tercatat aktif membangun komunikasi dengan elite Gerindra di Jakarta untuk memperjuangkan sejumlah program strategis bagi Luwu Utara, mulai dari infrastruktur jalan, pengendalian banjir hingga akses kawasan Seko.
Kini, setelah resmi memimpin DPC Gerindra Luwu Utara, ruang politik yang dimilikinya dinilai semakin besar.
Rakorda Gerindra Sulsel sendiri tidak hanya mengukuhkan Andi Abdullah Rahim.
Empat bupati lainnya juga menerima mandat serupa, yakni Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, dan Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali.
Namun bagi warga Lutra, fokus utama tentu tertuju pada satu nama.
Andi Abdullah Rahim.
Sebab mulai hari ini, ia tidak hanya memimpin Kabupaten Luwu Utara.
Ia juga resmi menjadi nakhoda Gerindra di Bumi Lamaranginang.
Dan dalam politik, ketika kekuasaan pemerintahan bertemu dengan kekuatan partai, selalu ada babak baru yang menarik untuk disaksikan.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
