Gowa, Katasulsel.com – Dua daerah penyangga Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar, selama ini dikenal memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi kawasan Mamminasata.

Gowa tumbuh sebagai daerah hunian dan sentra pertanian, sementara Takalar dikenal dengan kekuatan sektor pertanian, perikanan, serta kawasan ekonomi yang terus berkembang.

Namun, di balik potensi besar tersebut, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap fakta yang masih menjadi tantangan bersama.

Di Kabupaten Gowa, jumlah penduduk miskin tercatat mencapai 54,04 ribu orang pada tahun 2025. Angka tersebut setara dengan 6,64 persen dari total penduduk Gowa berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025.

Sementara itu, Kabupaten Takalar mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 22,17 ribu orang dengan persentase 7,27 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski berada dekat dengan pusat ekonomi Sulawesi Selatan, persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditekan.

BPS mencatat, garis kemiskinan Kabupaten Gowa pada Maret 2025 berada di angka Rp496.555 per kapita per bulan, sedangkan Takalar sebesar Rp475.861 per kapita per bulan.

Penduduk dengan rata-rata pengeluaran di bawah angka tersebut masuk dalam kategori penduduk miskin.

Menariknya, Gowa memiliki persentase kemiskinan lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan yang berada pada angka 7,60 persen. Sementara Takalar masih berada sedikit di bawah rata-rata provinsi.

Kedekatan wilayah dengan Kota Makassar sebenarnya menjadi peluang besar bagi kedua daerah. Akses terhadap pusat perdagangan, industri, pendidikan, dan lapangan kerja terbuka lebih luas dibanding daerah yang lebih jauh dari pusat ekonomi.

Namun, pertumbuhan kawasan belum otomatis menghapus persoalan ekonomi masyarakat.

Di Gowa, sebagian masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan usaha kecil. Sementara Takalar menghadapi tantangan dalam memperkuat ekonomi petani, nelayan, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan, angka kemiskinan Gowa masih lebih rendah dibanding sejumlah kabupaten seperti Maros 8,90 persen, Barru 8,00 persen, dan Pinrang 8,38 persen.

Sementara Takalar berada di bawah daerah dengan angka kemiskinan tinggi seperti Pangkep 11,60 persen, Jeneponto 11,42 persen, dan Enrekang 10,73 persen.

Data BPS ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan Mamminasata tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur dan investasi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka lebih banyak lapangan kerja, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Sebab, di balik perkembangan Gowa dan Takalar sebagai daerah penyangga Makassar, masih ada lebih dari 76 ribu warga yang membutuhkan peluang ekonomi agar bisa benar-benar naik kelas.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini

Topik: Gowa