MAKASSAR, katasulsel.com — Kementerian Pertanian membuka peluang pengembangan pasar ekspor bawang merah dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol, mengatakan program HDDAP tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong penguatan ekspor komoditas unggulan daerah.

“Selain untuk menambah produksi hasil pertanian, program HDDAP juga mendorong penguatan ekspor bawang merah yang menjadi produk unggulan daerah ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Sabtu.

Ia menyebut bawang merah Enrekang memiliki potensi besar menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada aspek pemasaran serta konsistensi produksi agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Komoditas bawang merah selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Nilai perputaran ekonominya diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.

Salah satu petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Santabi, Kadirbali, menyambut positif implementasi program tersebut. Ia menilai HDDAP memberikan harapan baru bagi petani, khususnya dalam meningkatkan produktivitas di lahan kering.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan seperti pompanisasi, benih, serta sarana produksi lainnya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian kita,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi, program ini juga dinilai memberikan dampak sosial melalui penciptaan lapangan kerja baru, terutama bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.

Dalam pelaksanaannya, HDDAP mencatat progres signifikan. Verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk komoditas bawang merah telah mencapai 95 persen, sementara untuk kentang mencapai 100 persen.

Penyusunan dokumen perencanaan kawasan atau Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) juga terus dipercepat guna memastikan implementasi program berjalan optimal tanpa jeda.

Kementerian Pertanian menegaskan percepatan pelaksanaan HDDAP pada 2026 menjadi prioritas utama. Penguatan kelembagaan petani, dukungan infrastruktur air, serta integrasi dari hulu hingga hilir menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura di lahan kering.

Dengan dukungan program ini, bawang merah Enrekang diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita