Beberapa pedagang mengaku pernah menemukan pakaian dalam yang tertinggal di sekitar bangunan serta mencium bau tidak sedap dari area yang kurang terawat.

Toilet umum di sekitar lokasi juga disebut sebelumnya dalam kondisi kotor dan tidak terkelola.

Setelah dilakukan penataan, kondisi kawasan dinilai menjadi lebih bersih, rapi dan nyaman.

Masyarakat sekitar juga sebelumnya mengeluhkan dugaan penggunaan bangunan lama oleh pasangan muda-mudi untuk aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan norma.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya penataan dan pengawasan terhadap fasilitas publik di kawasan wisata.

Pemerintah berharap perubahan tersebut dapat menghilangkan ruang-ruang yang berpotensi disalahgunakan sekaligus menghadirkan fasilitas yang lebih produktif.

Andi Faisal menegaskan, penataan kawasan Anjungan Mataallo dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebersihan, keamanan, kenyamanan pengunjung, keberlangsungan aktivitas wisata hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kontrol sosial yang diberikan masyarakat. Penataan ini semata-mata dilakukan untuk kebaikan semua pihak dan kemajuan kawasan wisata,” pungkasnya. (FungFi)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini