Yang jelas, peristiwa ini menjadi babak penting dalam perjalanan pemerintahan baru.

Jika sebelumnya publik hanya menyaksikan pergantian pejabat, kini yang terlihat adalah langkah penegakan hukum yang bergerak cepat. Dari kursi kepala lembaga negara, Dadan kini harus menghadapi proses hukum di Kejaksaan Agung.

Bagi pemerintahan Prabowo, kasus ini bisa menjadi ujian sekaligus kesempatan. Ujian karena menyangkut program prioritas nasional yang menjadi wajah pemerintah. Kesempatan karena publik akan melihat sejauh mana komitmen pemberantasan korupsi dijalankan tanpa pandang bulu.

Sementara bagi publik, satu hal yang paling ditunggu adalah kejelasan.

Apakah kasus ini akan berhenti pada Dadan dan sejumlah mantan pejabat BGN, atau justru membuka tabir yang lebih besar dalam tata kelola program bernilai triliunan rupiah tersebut.

Waktu yang akan menjawab. Namun satu fakta sudah tak terbantahkan.

Dadan Hindayana telah keluar dari pusat kekuasaan. Dan kini, ia masuk ke ruang tahanan. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita