Penyidik juga terus menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Riwayat perjalanan, komunikasi, hingga kemungkinan pertemuan korban dengan pihak tertentu menjadi bagian dari materi penyelidikan.
Kasus ini bermula ketika warga menemukan Abdul Haris dalam kondisi bersimbah darah di pinggir Jalan Poros Kariango, tepatnya di Lorong 3, Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili.
Penemuan itu terjadi pada Minggu malam dan langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian. Petugas yang menerima informasi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Dugaan tersebut semakin menguat setelah ditemukan luka serius pada tubuh korban.
Garis polisi sempat dipasang di sekitar lokasi penemuan jenazah untuk memudahkan proses identifikasi dan pencarian barang bukti. Tim investigasi juga menyisir area sekitar guna mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada pelaku.
Hingga saat ini, polisi belum mengumumkan adanya tersangka maupun penangkapan dalam kasus tersebut. Aparat masih fokus mengumpulkan fakta-fakta yang dapat memperjelas kronologi kejadian.
Kematian Abdul Haris meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Di sisi lain, kasus ini juga menimbulkan perhatian di kalangan pengemudi transportasi daring yang berharap pelaku segera terungkap.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara intensif hingga identitas pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut berhasil diungkap. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini juga diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang guna membantu proses penyidikan. (*)
