Pada akhirnya, warga Wajo mungkin tidak terlalu peduli dengan istilah KUPA atau PPAS.

Yang mereka pedulikan lebih sederhana.

Apakah jalan mereka lebih baik?

Apakah pelayanan di kantor pemerintah lebih cepat?

Apakah sekolah dan fasilitas kesehatan semakin layak?

Apakah ekonomi bergerak?

Apakah lapangan kerja bertambah?

Apakah pembangunan benar-benar sampai ke desa?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang nantinya menjadi ujian paling nyata dari perubahan APBD ini.

Sebab di ruang sidang, anggaran cukup ditandatangani.

Tetapi di lapangan, anggaran harus dibuktikan.

Dan mulai September nanti, Wajo akan memasuki babak berikutnya.

Dari angka menuju program.

Dari dokumen menuju pekerjaan.

Dari rapat menuju hasil.

Rp1,45 triliun pendapatan.

Rp1,60 triliun belanja.

Angka-angka itu akhirnya harus berbicara dalam bentuk yang paling mudah dipahami masyarakat:

perubahan nyata di Wajo. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Wajo terbaru di sini