Makassar, katasulsel.com – Rabu siang ini, 24 Juni 2026 di Hotel Rinra Makassar terlihat biasa saja.

Orang datang dan pergi.

Mobil silih berganti masuk ke area parkir.

Tapi di salah satu ruangan, ada sesuatu yang sedang dipertemukan.

Bukan pejabat dengan pejabat.

Bukan politisi dengan politisi.

Melainkan pembeli dan peluang.

Pertanyaannya sederhana:

Apa yang sebenarnya dicari negara-negara asing di Makassar?

Jawabannya ternyata bukan nikel.

Bukan tambang.

Bukan pula proyek raksasa bernilai triliunan rupiah.

Mereka justru melirik sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan.

Kopi.

Ikan.

Udang.

Rempah-rempah.

Bumbu dapur.

Dan berbagai produk pangan yang selama ini mungkin dianggap biasa oleh masyarakat lokal.

Sebanyak 20 pelaku usaha dipertemukan dengan perwakilan sejumlah negara dalam Forum Investasi Bisnis Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di hotel itu.

Di forum itulah percakapan-percakapan bisnis mulai berlangsung.

Tidak ada suara keras.

Tidak ada negosiasi dramatis.

Hanya diskusi-diskusi yang mungkin saja akan menentukan ke mana produk Sulawesi Selatan akan berlayar beberapa tahun ke depan.

Kepala DPMPTSP Kota Makassar, Mario Said, mengatakan para pelaku usaha yang dilibatkan berasal dari sektor-sektor yang memang memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar internasional.

“Pelaku usaha yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari perikanan, kopi hingga komoditas rempah dan bumbu-bumbu yang menjadi perhatian negara-negara peserta,” kata Mario.

Yang menarik, perhatian para delegasi asing ternyata cukup spesifik.