“Kami ramai-ramai bantu keluarkan korban. Kondisinya terjepit di bawah bagian depan truk. Cukup lama karena posisinya sulit dijangkau,” kata Ardi.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ia dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala serta dugaan patah tulang akibat kerasnya benturan.
Tak hanya menyebabkan korban luka, kecelakaan tersebut juga meninggalkan kerusakan pada rumah warga. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, termasuk tembok yang jebol dan akses keluar masuk penghuni yang sempat terhalang badan truk.
Sementara itu, Satlantas Polrestabes Makassar langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, truk tersebut diduga hendak mengantre pengisian bahan bakar solar sebelum kecelakaan terjadi. Saat berada di area antrean, kendaraan diduga mengambil posisi terlalu dekat dengan tepi jalan hingga kehilangan pijakan dan tergelincir keluar jalur.
Petugas juga menyebut kendaraan dalam kondisi kosong atau tidak membawa muatan saat insiden berlangsung.
Hingga Selasa siang, penyelidikan masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga telah mempertemukan pemilik kendaraan dengan warga terdampak untuk membahas penyelesaian kerugian akibat insiden tersebut.
Apa yang terjadi di Kaluku Bodoa menjadi pengingat bahwa satu kesalahan kecil di jalan raya dapat berujung pada bencana besar. Beruntung tidak ada korban jiwa dari warga sekitar, meski dentuman yang membangunkan Tallo pagi itu akan sulit dilupakan oleh mereka yang menyaksikannya secara langsung.(*)
