Makassar, katasulsel.com — Warga Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dikejutkan oleh suara ledakan keras yang memecah kesunyian subuh, Selasa (9/6/2026).
Bukan gempa, bukan pula ledakan. Suara menggelegar itu ternyata berasal dari sebuah truk 10 roda yang terjun dari Flyover Galangan Kapal dan menghantam permukiman warga di bawahnya.
Kendaraan berukuran besar tersebut jatuh dari ketinggian sekitar delapan meter sebelum menghantam dua rumah warga dan menutup akses sebuah gang. Benturan keras membuat sebagian bangunan rusak, sementara badan truk melintang di tengah area permukiman.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar memperlihatkan detik-detik mengerikan saat truk meluncur tanpa kendali dari jalur flyover. Dalam hitungan detik, kendaraan itu keluar dari lintasan dan terhempas ke bawah.
“Waktu itu kami sudah mau istirahat. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh sangat keras. Semua orang langsung keluar rumah,” ujar Ardi, salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Saat warga mendatangi sumber suara, mereka mendapati pemandangan yang tidak biasa. Sebuah truk besar telah ringsek setelah menghantam kawasan permukiman.
Beruntung, kondisi lingkungan saat itu masih relatif sepi karena kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 Wita. Tidak ada warga yang sedang melintas di lokasi jatuhnya kendaraan.
Meski demikian, insiden tersebut tetap menimbulkan korban. Kernet truk mengalami luka serius setelah terjepit di bagian depan kendaraan yang remuk akibat benturan.
Warga yang pertama tiba di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Dalam kondisi minim penerangan, mereka berusaha membebaskan korban yang terjebak di bawah badan kendaraan.
Evakuasi berlangsung cukup dramatis. Posisi korban yang terhimpit rangka kendaraan membuat proses penyelamatan membutuhkan waktu sekitar satu jam.
“Kami ramai-ramai bantu keluarkan korban. Kondisinya terjepit di bawah bagian depan truk. Cukup lama karena posisinya sulit dijangkau,” kata Ardi.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ia dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala serta dugaan patah tulang akibat kerasnya benturan.
Tak hanya menyebabkan korban luka, kecelakaan tersebut juga meninggalkan kerusakan pada rumah warga. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, termasuk tembok yang jebol dan akses keluar masuk penghuni yang sempat terhalang badan truk.
Sementara itu, Satlantas Polrestabes Makassar langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, truk tersebut diduga hendak mengantre pengisian bahan bakar solar sebelum kecelakaan terjadi. Saat berada di area antrean, kendaraan diduga mengambil posisi terlalu dekat dengan tepi jalan hingga kehilangan pijakan dan tergelincir keluar jalur.
Petugas juga menyebut kendaraan dalam kondisi kosong atau tidak membawa muatan saat insiden berlangsung.
Hingga Selasa siang, penyelidikan masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga telah mempertemukan pemilik kendaraan dengan warga terdampak untuk membahas penyelesaian kerugian akibat insiden tersebut.
Apa yang terjadi di Kaluku Bodoa menjadi pengingat bahwa satu kesalahan kecil di jalan raya dapat berujung pada bencana besar. Beruntung tidak ada korban jiwa dari warga sekitar, meski dentuman yang membangunkan Tallo pagi itu akan sulit dilupakan oleh mereka yang menyaksikannya secara langsung.(*)
