Itulah yang membuat pertemuan ini terasa lebih dari sekadar silaturahmi bisnis. Ada potensi arah baru yang mulai dibicarakan, meski dengan cara yang sederhana dan tidak tergesa-gesa.

Bupati Syaharuddin Alrif dalam suasana santai itu membuka ruang diskusi tanpa sekat. Ia merespons gagasan yang datang dengan pendekatan terbuka, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan efisiensi sektor pertanian.

Bagi pemerintah daerah, pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal bagaimana petani bisa mendapatkan akses teknologi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Di sisi lain, PT HES melihat Sidrap sebagai daerah yang memiliki karakter kuat di sektor pertanian, sehingga layak menjadi salah satu mitra penting dalam pengembangan agribisnis.

Pertemuan santai di Claro Makassar itu mungkin tidak menghasilkan keputusan besar yang langsung terlihat hari ini. Namun dari percakapan ringan itulah biasanya arah kerja sama jangka panjang mulai terbentuk.

Dan di tengah suasana yang cair itu, satu hal menjadi benang merah: Sidrap tetap berada di jalur yang sama—sebagai salah satu daerah pertanian paling diperhitungkan di Sulawesi Selatan, yang kini mulai bersentuhan lebih dekat dengan teknologi pertanian modern.(*)